PADANG PANJANG, KP – Guna memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Padang Panjang menggelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif bagi Pemilih Pemula di Auditorium Mifan Waterpark, Senin (22/1).
Kegiatan dibuka Ketua Bawaslu Padang Panjang, Hidayatul Fajri, didampingi Sekretaris, Zulhairi. Menghadirkan narasumber Direktur Pusat Studi Humaniora Unand, Dr. Hary Efendi Iskandar, dan Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sumbar, Hendra Anwar, dengan peserta kepala sekolah, ketua OSIS SLTA sederajat di Padang Panjang.
Fajri menyampaikan, kegiatan ini perlu diadakan karena penting bagi pemilih pemula untuk mengetahui dan memahami apa saja pelanggaran-pelanggaran yang ada saat pemilu.
“Jangan sampai nantinya pemilih pemula ini dijadikan objek pihak tertentu untuk melanggar aturan pemilu. Seperti mengajak untuk money politic, ini tidak boleh,” katanya.
Selain itu, para guru dan pihak sekolah juga bisa memberikan ekstrakurikuler kepada siswa tentang politik. Sehingga para siswa terutama pemilih pemula bisa membantu mengawasi pelanggaran-pelanggaran yang akan terjadi dalam Pemilu 2024.
“Tidak hanya para siswa mengawasi pemilu 2024 ini, tapi mari kita sama-sama awasi pemilu, baik itu insan media, Forkopimda, dan tidak menutup kemingkinan dari tenaga pendidik untuk ikut dilibatkan,” tuturnya.
Sementara itu Zulhairi mengharapkan para pemilih pemula ini untuk tidak ragu dalam melakukan pesan-pesan pengawasan serta melaporkan jika mendapati ada pelanggaran saat pemilu. “Laporkan jika ada kecurangan yang dilihat selama pemilihan berlangsung,” katanya.
Salah satu narasumber, Hary menyampaikan materi terkait penguatan pengawasan partisipatif mewujudkan pemilu serentak 2024 yang jujur, adil dan berkualitas. (*/red)