Diskusi di Balai Wartawan, Irfendi Arbi dan Erwin Yunaz Bicara Soal Masa Depan Luak Limopuluah

Irfendi Arbi dan Erwin Yunaz

PAYAKUMBUH, KP – Tidak tahu siapa yang mengagas bertemunya dua putra terbaik Luak Limapuluh (Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, red) yakni Irfendi Arbi dan Erwin Yunaz di markas para wartawan Balai Wartawan Luak Limapuluh di kompleks kantor Bupati lama Jalan Jenderal Sudirman Payakumbuh Sabtu sore (13/5).

Namun yang pasti, pertemuan mendadak didampingi sejumlah wartawan itu melahirkan diskusi, pemikiran, dan gagasan besar terkait program pembangunan Luak Limapuluh ke depan.

“Sebenarnya, daerah kita Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh ini punya potensi besar untuk bisa bangkit lebih baik lagi. Sayangnya, kita tidak punya tokoh dan wakil di pemerintah pusat termasuk di DPR RI untuk bisa merebut ‘kue’ pembangunan yang tersedia di pemerintahan pusat tersebut,” ungkap Irfendi Arbi memulai dialog itu dengan Erwin Yunaz.

Menurut Irfendi Arbi, inilah saatnya masyarakat Luak Limapuluh diminta bersatu dan berpikir rasional karena pada Pemilu serentak yang akan digelar 2024 ini, nasib daerah kita akan ditentukan oleh putra-putri terbaik Luak Limapuluh yang maju mencalonkan diri sebagai wakil rakyat di DPD RI maupun di DPR RI.

“Untuk diketahui bahwa jumlah pemilih di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh diperkirakan sekitar 395 ribu lebih. Potensi suara sebanyak itu diprediksi bisa mengantarkan dua atau tiga putra terbaik Luak Limapuluh duduk di Senayan sebagai anggota DPD RI maupun anggota DPR RI pada Pemilu 2024,” ungkap Irfendi Arbi yang maju sebagai calon anggota DPR RI untuk daerah Pemilihan Sumbar 2 bersama Partai NasDem.

Dikatakan Irfendi Arbi, selama ini potensi suara yang cukup besar itu disia-siakan oleh masyarakat Luak Limapuluh. Akibatnya, masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh merugi, karena tidak punya tokoh atau wakil yang bisa berjuang merebut ‘kue’ pembangunan dari Pemerintah Pusat.

“Insya Allah, jika saya diberi amanah dan duduk sebagai wakil rakyat di DPR RI, kita akan berjuang di Pemerintahan Pusat merebut ‘kue’ pembangunan itu untuk kemajuan ekonomi masyarakat dan daerah Luak Limapuluh,” ujar Irfendi Arbi, mantan Bupati Kabupaten Limapuluh Kota itu menyatakan janji.

Pendapat dan keinginan yang sama untuk memajukan daerah dan ekonomi masyarakat Luak Limapuluh juga muncul dari calon pemimpin muda Erwin Yunaz.

Menurut mantan Wakil Walikota Payakumbuh yang kini diberi amanah menjabat Ketua DPD Partai NasDem Kota Payakumbuh itu, sudah saatnya masyarakat Luak Limapuluh bersinergi dan bangkit bersama membangun daerah yang kita cintai ini.

“Saya juga punya gagasan besar untuk membangun dan membangkitkan ekonomi masyarakat Kota Payakumbuh ini agar lebih baik lagi,” ungkap tokoh muda yang digadang-gadang calon kuat Walikota Payakumbuh 2024 ini.

Untuk itu, urai Erwin Yunaz, bersama Partai NasDem yang kini dipimpinnya bertekad untuk menjadi pemenang Pemilu 2024 di Kota Payakumbuh.

Secara historis, jelas Erwin Yunaz, antara Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh tidak bisa dipisahkan karena dua daerah ini ibarat dua adik dan kakak yang lahir serumpun.

“Untuk membangun kedua daerah ini, semua pihak harus bersinergi, baik Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh dan Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota, termasuk kedua lembaga DPRD-nya serta tokoh masyarakat baik yang ada di perantauan maupun kampung halaman, para ninik mamak, cendekiawan, dan para profesional serta pelaku usaha dituntut untuk bersinergi dan bergandengan tangan bangkit membangun Luak Limapuluh,” ajak Erwin Yunaz.

Diungkapkan pemimpin muda yang telah berhasil melahirkan gagasan dan membranding Payakumbuh sebagai “City of Randang” itu, dalam menggerakkan ekonomi kota dan mencari jalan untuk memenuhi kebutuhan untuk disebut sebuah kota, yaitu mendatangkan investasi. Awal dari investasi itu sendiri adalah jaringan atau jejaring.

“Bukti dari pentingnya entrepreneurship kepala daerah adalah mereka selain dituntut menjadi CEO yang mampu bergerak dalam kondisi sulit, sekaligus harus bisa meyakinkan investor untuk bekerja sama,” urai Erwin Yunaz.

Perimeter mengukur kinerja pemimpin, terang Erwin Yunaz, mampu mendatangkan prestasi dan membangkitkan kreativitas. Payakumbuh dulunya tidak punya identitas, satu-satunya dari 530 kota/kabupaten se-Indonesia yang melakukan rebranding.

Dengan usaha yang tidak mudah, kita bisa merebut klaim kepemilikan Randang dari negara lain, ditambah kota kita juga terkenal dengan kota kuliner. Artinya, ke depan kemudahan investasi akan menjadi keunggulan luar biasa dari Payakumbuh,” ujar Erwin Yunaz.

Di akhir dialog, Erwin Yunaz menyatakan bahwa sisi penting lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana seorang kepala daerah sebagai tuan rumah yang baik menjadi pintu masuk investor.

“Tuan rumah terlibat banyak dalam hal ini, mereka membangun koordinasi yang baik bersama stakeholder terkait, sinergi harus ada kalau berbicara kemajuan daerah,” ulasnya.

Dipenghujung percakapan, Erwin Yunaz mengungkapkan, mimpi besarnya setelah sukses mengeluarkan produk kreatifnya mendirikan School of Randang. Kehadiran School of Randang ini diharapkan akan menjadi wisata kuliner ikonik ke depannya di Payakumbuh.

“School of Randang sebagai teaching factory. Sebuah gerakan kreativitas yang akan menjadi ikon Kota Payakumbuh. Penguatan dari lintas sektoral untuk sama-sama memahami apa tujuan Kota Payakumbuh ke depan. Inilah yang akan kita wujudkan,” pungkas Erwin Yunaz. (dst)

Related posts

PKB Sumbar Mulai Panaskan Mesin Partai

Varel Oriano Serap Aspirasi Petani Sawit Dharmasraya

Sumbar Butuh 200 Kantong Darah per Hari, Gerindra Ajak Semua Unsur Rutin Donor Darah