PADANG, KP – Anggota Komisi V DPR RI, Athari Gauthi Ardi, kembali mendapatkan apresiasi dari masyarakat atas kerja nyatanya.
Hal ini terungkap saat Athari mengunjungi Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Indra Dt Rajo Lelo, baru-baru ini. Kehadiran politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini disambut antusias oleh masyarakat Sungai Pisang.
Masyarakat Sungai Pisang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Athari Gauthi Ardi atas program pembangunan jembatan gantung yang telah lama menjadi impian mereka.
Jembatan Gantung Sungai Pisang sebelumnya dalam kondisi tidak layak pakai selama bertahun-tahun.
Pembangunan kembali jembatan ini terwujud melalui aspirasi Anggota Komisi V DPR RI Athari Gauthi Ardi dengan total anggaran sebesar Rp4 miliar.
Saat ini, jembatan yang berada di salah satu kawasan wisata Kota Padang tersebut kembali berdiri kokoh.
Donny, seorang warga Sungai Pisang dan pemilik boat wisata pulau di area tersebut, menyatakan kepuasannya. “Alhamdulillah kami sangat puas, dulunya jembatan ini cukup memprihatinkan. Selaku warga di sini, kami sangat berterima kasih kepada Bu Athari,” ujar Donny.
Donny juga menekankan, jembatan tersebut memiliki dampak positif terhadap kegiatan pariwisata di sana.
“Jembatan ini juga akses bagi wisatawan untuk menaiki boat menuju pulau-pulau di sekitar wilayah kami. Tentu kami sangat berterima kasih, karena dengan fasilitas yang baik, wisatawan akan sangat senang untuk berkunjung, dan ekonomi kami di sini juga meningkat,” tambahnya.
Para wisatawan di kawasan tersebut juga mengungkapkan kebahagiaan mereka terkait kondisi jembatan baru tersebut. “Tentunya kami menilai ini sebagai bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam mendukung pariwisata di sini. Sebagai wisatawan, kami sangat senang,” ujar Yanti, seorang wisatawan yang akan menuju salah satu pulau di kawasan Sungai Pisang.
Athari merespons apresiasi yang disampaikan padanya. Ia menyatakan kebahagiaannya bisa mewujudkan kebutuhan masyarakat Sumbar, terutama di daerah pemilihannya. Ia menganggap hal tersebut sebagai kewajibannya sebagai wakil rakyat.
“Bukan saja masyarakat bisa senang, saya juga merasa senang. Dengan telah dibangunnya jembatan ini, berarti satu lagi tugas saya untuk menyediakan pembangunan untuk masyarakat terpenuhi. Semoga sarana ini dapat bermanfaat bagi masyarakat di sini. Dan saya harapkan masyarakat juga bisa menjaga fasilitas ini dengan baik, supaya setelah ini kita bisa fokus pada sarana-sarana infrastruktur lainnya yang dibutuhkan oleh rakyat,” ungkapnya singkat.
Athari, yang merupakan anggota DPR RI dari PAN, terkenal sebagai salah satu anggota DPR RI asal Sumbar paling produktif dalam membawa Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ke Sumbar. Dengan berbagai program yang berhasil dibawanya, total anggaran yang dibawa mencapai Rp 465,3 miliar.
Jumlah APBN yang fantastis ini mencerminkan kepiawaian Athari dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota DPR RI. Politikus muda ini dikenal cerdas, visioner, dan santun dalam berpolitik, mampu menjadi jembatan antara rakyat Sumbar dengan pemerintah pusat, terutama dengan beberapa kementerian yang bermitra langsung dengan Komisi V DPR RI.
Kementerian yang bermitra langsung dengan Komisi V DPR RI tempat Athari bertugas antara lain Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian Desa PDT, yang semuanya sangat berhubungan langsung dengan kebutuhan rakyat.
Berikut adalah total dana aspirasi yang dibawa ke Sumbar dari tahun ke tahun oleh Athari Gauthi Ardi, yang terus mengalami peningkatan: Tahun 2020 Rp49,8 miliar, Tahun 2021 Rp 75,17 miliar, Tahun 2022 Rp 118,55 miliar, dan Tahun 2023 Rp 221,8 miliar.
Beberapa program unggulan yang berhasil memberikan manfaat di Sumbar antara lain: Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS)/ Bedah Rumah, Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa), Pengadaan Bis Sekolah, Bantuan Operasional BUMNAG, Pembangunan Desa Wisata, Jembatan Gantung, Normalisasi Batang Tapan, Normalisasi Batang Lembang, Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Sanitasi Pedesaan, Sanitasi Lembaga Pendidikan Keagamaan (LPK), Pamsimas, Peningkatan Pembangunan Jalan Desa Tertinggal (Rimbo Data-Kapujan) Solok, Penyelenggaraan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), Lampu Penerangan Jalan, Sanitasi Pesantren, Fasilitas Keselamatan Jalan, dan Fasilitas Poltekpel Sumbar. (wan)