BUKITTINGGI, KP – Persaingan sengit diperkirakan akan terjadi pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 di Kota Bukittinggi, dengan kembalinya lima mantan anggota DPRD setempat untuk merebut kursi pada periode 2024-2029. Kehadiran kelima mantan anggota tersebut diyakini bakal memberikan perubahan pada lanskap politik kota itu pada pemilu nanti.
Kelima mantan anggota DPRD yang kembali bertarung itu adalah H. Trismon yang sebelumnya telah dua kali menjabat di DPRD Bukittinggi mewakili Partai Golkar. Pada Pileg 2019, ia mencalonkan diri untuk DPRD Sumbar, namun kalah. Sekarang, Trismon maju lagi untuk DPRD Bukittinggi, kali ini sebagai kandidat dari PKB di Dapil III Kecamatan Guguak Panjang.
Lalu, M. Nur Idris, yang pernah menjadi anggota DPRD Bukittinggi selama tiga periode dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Pada Pileg 2019, ia mencalonkan diri untuk DPRD provinsi dan juga tidak berhasil. Sekarang ia kembali mencalonkan diri untuk DPRD Bukittinggi dari Dapil III, Kecamatan Guguak Panjang, tetap mewakili PAN.
Berikutnya Uneva Haryanto yang pernah duduk di DPRD Bukittinggi dua periode dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pada Pileg 2019, ia mencalonkan diri untuk DPRD Bukittinggi namun tidak berhasil. Pada Pileg 2024, ia kembali mencalonkan diri dari Dapil III, Kecamatan Guguak Panjang dan kembali mewakili PPP.
Selanjutnya, Fauzan Haviz yang sebelumnya merupakan anggota DPRD Bukittinggi dari Partai Amanat Nasional (PAN). Pada Pileg 2019, terjadi kisruh mengenai kursi Ketua DPC PAN Bukittinggi yang akhirnya membuat Fauzan Haviz gagal mencalonkan diri. Namun pada Pileg 2024, Fauzan Haviz kembali mencalonkan diri untuk DPRD Bukittinggi. Kali ini dari Partai Ummat dan bersaing di Dapil II Kecamatan Aua Birugo Tigo Baleh (ABTB).
Terakhir adalah Andre Kresna, mantan anggota DPRD Bukittinggi periode 2014-2019 yang mewakili PKB, namun ia gagal pada Pileg 2019. Untuk Pileg 2024, Andre Kresna kembali maju untuk DPRD Bukittinggi dari Dapil III Kecamatan Guguak Panjang.
Seorang warga Bukittinggi yang tinggal di Tarok, Edwar menilai, kehadiran kelima mantan anggota DPRD itu akan menimbulkan persaingan sengit, terutama di Dapil III Kecamatan Guguak Panjang. Sebab, di dapil itu ada empat dari lima mantan anggota DPRD yang bersaing. Edwar meyakini mereka akan berusaha merebut kembali dukungan pemilih yang pernah mereka wakili, terutama karena mereka memiliki basis pemilih yang kuat.
Di sisi lain, lanjutnya,meskipun kelima mantan anggota DPRD itu telah memiliki pengalaman politik sebelumnya, namun pemilih tentunya juga akan mempertimbangkan kinerja pengganti mereka dalam lima tahun terakhir.
“Yang pasti siapa yang berjanji dan siapa yang memenuhi janji, itulah yang akan menjadi pertimbangan utama pemilih,” tuturnya.
Khusus untuk Fauzan Haviz, sebut Edwar, peluangnya tampak cerah karena ia memiliki basis pemilih yang kuat di Kecamatan ABTB. (eds)