Sering Jadi ‘Call Center’ Pengaduan Masyarakat, Allex Saputra Maju Jadi Caleg

TANAH DATAR, KP – Berbekal modal sosial yang dimiliki, serta dukungan dan dorongan dari masyarakat Tanah Datar dan Padang Panjang, Allex Saputra memberanikan diri maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sumbar dari Partai Amanat Nasional (PAN).

“Sebenarnya saya tidak punya ambisi untuk maju di dunia politik, dan ingin berkonsentrasi di bidang usaha yang ada sekarang. Namun, masyarakat Padang Panjang dan Tanah Datar mendorong saya untuk maju sebagai caleg agar bisa memperjuangan aspirasi masyarakat di tingkat provinsi,” kata Allex Saputra ketika berbincang-bincang dengan insan pers di Batusangkar, kemarin.

Menurutnya, selama ini dia memang dijadikan sebagai ‘call center’ oleh masyarakat di dua wilayah tersebut.

“Kadang- kadang semua pengaduan masyarakat belum bisa teratasi, maka saya disarankan untuk maju sebagai caleg sehingga bisa masuk ke sistem dan memiliki kewenangan dalam menyuarakan aspirasi mereka,” ucap pengusaha properti Perumahan Capella Padang dan Grand Azizi Padang Panjang itu.

Bila dilihat dari segi finasial, ia termasuk berkecukupan meskipun dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang kurang beruntung.

“Mungkin kawan-kawan wartawan tidak percaya, semasa kecil saya berjualan goreng dan membantu orang ke sawah. Namun hal itu membuat saya berpikir secara dewasa dalam menuju kemandirian,” tutur putra Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Tarab, Kabupaten Tanah Datar itu.

“Kita mengakui perjuangan kawan-kawan selama ini di DPRD Sumbar cukup bagus, namun saat kita berada di tengah-tengah masyarakat, ada aspirasi yang belum terpenuhi. Semuanya itu memerlukan perjuangan dan kebersamaan,” tambah Allex enggan merinci aspirasi yang dimaksudnya karena takut menyinggung politisi terdahulu.

Oleh karena itu, Allex meminta restu dan sumbangan pemikiran untuk maju sebagai caleg DPRD Sumbar dapil 6 dari PAN.

“Kita melihat ada regulasi yang perlu disempurnakan, terutama menyangkut adat, budaya dan agama. Kita cukup prihatin, masih banyak ditemukan kasus-kasus yang menimpa anggota masyarakat, seperti pelecehan seksual, narkoba, dan lain-lain yang dirasa perlu membuat aturan yang lebih jelas,” ungkapnya.

Di samping itu, dia juga melihat potensi perekonomian masyarakat yang perlu diberikan perhatian lebih luas lagi. “Sektor pertanian, perdagangan, maupun UMKM perlu mendapat perhatian bersama, sehingga bisa mengerakan perekonomian masyarakat secara makro,” pungkasnya. (nas)

Related posts

PKB Sumbar Mulai Panaskan Mesin Partai

Varel Oriano Serap Aspirasi Petani Sawit Dharmasraya

Sumbar Butuh 200 Kantong Darah per Hari, Gerindra Ajak Semua Unsur Rutin Donor Darah