PADANG, KP – Calon anggota DPRD Padang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) daerah pemilihan (dapil) VI Kecamatan Nanggalo, Wahyu Iramana Putra menggelar kampanye perdana di Taman Pucuk Merah, Rabu (29/11).
Kampanye itu dihadiri tokoh masyarakat, ulama, ninik mamak, dan bundo kanduang serta dihadiri ratusan warga pemilik hak suara di dapil tersebut.
Wahyu menceritakan alasan dirinya hijrah dari Golkar ke PPP. Padahal, dirinya selama ini dikenal sebagai pantolan Partai Golkar. Bahkan, pernah menjabat Ketua Partai Golkar Kota Padang dan Wakil Ketua DPRD Padang dari Fraksi Partai Golkar.
“Ini semua melalui perenungan yang mendalam melalui ikhtiar-ikhtiar yang saya lakukan. Sebenarnya, pasca melaksanakan tugas sebagai Wakil Ketua DPRD Padang dan Ketua Partai Golkar, saya hanya ingin beribadah saja, tidak ingin lagi terjun ke dunia politik,” ungkap Wahyu.
Namun, salah seorang pemimpin sekaligus ulama di daerah ini memintanya untuk kembali terjun ke dunia politik dengan alasan kapasitas dan kapabilitas yang dimilikinya selama menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Padang.
“Saya biasa menyapa beliau dengan panggilan Buya. Dia mendorong saya agar kembali ke dunia politik dan memberikan pencerahan kepada saya terkait politik Islam. Sebagai umat Islam, kita berpolitik untuk kebaikan dan kesejahteraan umat,” kata Wahyu.
Pada kesempatan itu, Wahyu juga menceritan pengalaman spritual, terutama ketika dirinya jatuh sakit. Banyak fitnah yang diarahkan kepadanya. Tapi justru di saat itu pengalaman spiritual luar biasa didapatkannya.
“Kini saya mengikhlaskan semuanya kepada Allah. Orang yang memfitnah saya telah saya maafkan semuanya,” ucapnya.
Wahyu menegaskan, tujuannya mencalonkan diri kembali sebagai anggota dewan agar bisa berbuat lebih banyak kepada umat.
“Ini tekad saya, ini ikhtiar saya, jika amanat itu diberikan kepada saya, insya Allah saya jadikan sebagai ladang amal untuk berbuat lebih banyak kepada umat,”ujarnya.
Dalam dialog dengan warga yang hadir, sejumlah warga menyampaikan aspirasi kepada Wahyu jika ia terpilih sebagai anggota dewan pada pemilu 2024 nanti. (bim)