Puisi: Hilang

Ilustrasi

Hilang

Hujan pembawa sendu
Rintihannya begitu deras dan menggebu
Lukisan di batu itupun mulai terlihat lagi setelah ditelan debu

Kututup mata ini
Dengan herannya kulihat bayanganmu sudah menanti
Segera kubuka mata ini
Tapi kau sudah tidak kutemukan lagi

Hembusan angin berbisik ke telinga
Mengatakan bahwa teh yang panas ini membutuhkan gula.

Related posts

Arkeolog Internasional Bakal Teliti Situs Menhir Maek 

Wali Kota Hadiri Jubileum ke-75 HKBP Padang, Tekankan Pentingnya Kerukunan

Dua Grup Tari Sumbar Lolos ke Final Nasional iForte NDC