PAYAKUMBUH, KP – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Payakumbuh menyelenggarakan sosialisasi pengarusutamaan gender bagi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Acara ini dilaksanakan di kantor lurah Sawah Padang Auakuniang, kecamatan Payakumbuh Selatan, Senin (7/8) dengan tujuan memperkenalkan konsep Pengarusutamaan Gender dan mendorong implementasinya dalam masyarakat.
Acara dihadiri oleh tiga narasumber berkompeten, yaitu Agustion dari Dinas P3AP2KB, Syafni Hasni dari Dinas Pendidikan, dan Wirdawati dari TP-PKK. Turut hadir juga Babhinkamtibmas Zulkifli beserta jajaran dari DP3AP2KB kota Payakumbuh.
Agustion menyampaikan sosialisasi ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan kesetaraan gender dalam kehidupan masyarakat. Konsep pengarusutamaan gender ini mengacu pada persamaan derajat perempuan dan laki-laki dalam hak dan kewajiban, serta pentingnya penguatan ketahanan keluarga.
“Diskriminasi berdasarkan gender masih ada di berbagai aspek kehidupan di seluruh dunia, meskipun terjadi kemajuan pesat dalam upaya kesetaraan gender. Kesenjangan gender terjadi di berbagai negara dan wilayah, dan ini merugikan semua orang. Oleh karena itu, kesetaraan gender merupakan tujuan penting dalam pembangunan dengan nilai tersendiri,” ungkap Agustion.
Dalam konteks pembangunan keluarga, perlindungan dan pemberdayaan keluarga sebagai unit terkecil di masyarakat menjadi fokus utama. Pembangunan keluarga bertujuan untuk menciptakan keluarga berkualitas, berketahanan, dan sejahtera dalam lingkungan yang sehat. Agustion juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan, dan bahwa kebijakan harus responsif terhadap isu-isu gender, anak, dan kelompok rentan.
Pengarusutamaan gender merupakan isu lintas bidang yang harus diintegrasikan dalam semua kebijakan dan program di berbagai instansi daerah. Implementasi yang berkesinambungan dari rencana aksi daerah yang strategis menjadi kunci agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
Acara sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat dalam melaksanakan pembangunan ketahanan keluarga di lingkungannya masing-masing, serta bergerak bersama dalam mencapai kesejahteraan keluarga Indonesia, khususnya di Payakumbuh.
Plt. Lurah Sawah Padang Auakuniang (Sapaku) Nazirwan juga turut membuka acara ini, menggarisbawahi pentingnya upaya mencapai kesetaraan gender dan penguatan ketahanan keluarga sebagai bagian dari pembangunan yang berkelanjutan.
Sosialisasi ini merupakan langkah awal dalam memperkenalkan konsep pengarusutamaan gender, dan diharapkan dapat berdampak positif dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil secara gender di Kota Payakumbuh. (dst)