PADANG ARO, KP – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok Selatan mengadakan rapat paripurna untuk menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau KUA dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2024.
Rapat ini dipimpin Ketua DPRD Solok Selatan, Zigo Rolanda, di Ruang Sidang DPRD setempat, Jumat (14/7).
Wakil Bupati Solok Selatan, H. Yulian Efi, menyampaikan program prioritas pembangunan daerah Kabupaten Solok Selatan untuk tahun 2024, yang mengacu pada lima misi pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2021-2026.
“Dari visi dan misi yang tercantum dalam RPJMD, tema pembangunan tahun 2024 adalah optimalisasi dukungan infrastruktur dan ketahanan ekonomi untuk peningkatan produktivitas,” kata Yulian Efi.
Yulian menjelaskan, penyusunan perencanaan anggaran tahun 2024 akan berfokus pada anggaran berbasis kinerja, yaitu pendekatan penganggaran yang lebih menekankan pada hasil atau keluaran dari program dan kegiatan yang dilaksanakan.
Dalam penyampaian nota pengantar ini, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyampaikan bahwa belanja daerah untuk Tahun Anggaran 2024 adalah sebesar Rp709.554.565.326. Jumlah ini menurun 21,16 persen dibandingkan dengan Belanja Tahun Anggaran 2023, yang sebesar Rp190.394.526.462.
“Arah kebijakan dalam APBD 2024 akan tetap mengutamakan Belanja Wajib, Belanja Mengikat, dan Belanja Mandatory Spending, serta pemenuhan Belanja Standar Pelayanan Minimal (SPM),” tambahnya.
Adapun proyeksi pemerintah untuk tahun 2024 meliputi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia sebesar 70,81, meningkat 0,62 dari proyeksi tahun 2023 sebesar 70,19. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 diproyeksikan sebesar 4,30 persen, meningkat 0,16 persen dari proyeksi tahun 2023 sebesar 4,14 persen. Indeks Rasio Gini diproyeksikan sebesar 0,247, mengalami penurunan sebesar 0,002 dari proyeksi tahun 2023 sebesar 0,249. Tingkat Pengangguran Terbuka diproyeksikan sebesar 3,62 persen, mengalami penurunan sebesar 0,03 persen dari proyeksi tahun 2023 sebesar 3,65 persen. Sedangkan tingkat Kemiskinan diproyeksikan sebesar 5,86 persen, mengalami penurunan sebesar 0,19 persen dari proyeksi tahun 2023 sebesar 6,05 persen.
Sementara itu Ketua DPRD Solok Selatan, Zigo Rolanda, menekankan pentingnya pemerintah dalam memperhatikan aspek prioritas pembangunan daerah.
Ia mengingatkan, dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas saat ini dan adanya Pemilihan Umum pada tahun 2024, pemerintah perlu mengevaluasi capaian kinerja pembangunan tahun 2023 dan mengarahkan program dan kegiatan dengan lebih terarah dan tepat pada tahun mendatang. (kom)