PADANG, KP – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumbar menggelar workshop dan diseminasi studi kasus dan pembelajaran stunting, Selasa (15/8). Workshop ini diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Padang Sumbar, perguruan tinggi negeri dan berbagai stakeholder lainnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar melalui sekretaris Nova Dewita menyebut kegiatan ini bagian percepatan penurunan stunting. Dijelaskannya, stunting adalah kegagalan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, penyakit infeksi yang berulang dan stimulasi psikososial yang tidak optimal.
“Anak yang mengalami stunting, terutama pada usia dini, kemungkinan juga mengalami hambatan pertumbuhan organ lainnya termasuk otak,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam RPJMN 2020-2024, Indonesia menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 14 persen pada tahun 2024. Menurutnya, percepatan penurunan stunting memerlukan intervensi spesifik dan sensitif yang dilaksanakan secara holistik, integratif dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi dan sinkronisasi di antara lintas sektor.
“BKKBN melaksanakan studi kasus dan pembelajaran baik stunting di provinsi Sumbar dengan menjadikan kampung keluarga berkualitas menjadi lokusnya. Kegiatan ini bertujuan untuk penyusunan policy brief bersama mitra perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menghasilkan rekomendasi kebijakan berdasarkan evidence-based dengan pendekatan kewilayahan dengan lokus kampung keluarga berkualitas untuk percepatan penurunan stunting di Sumbar. (fai)