PADANG, KP – Agustus 2023, inflasi Year on Year (y-on-y) di Kota Padang mencapai 3,22 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 116,30, sedangkan Kota Bukittinggi mencatat inflasi sebesar 3,32 persen dengan IHK sebesar 116,08. Secara keseluruhan, inflasi Year on Year Gabungan dari kedua kota tersebut mencapai 3,23 persen dengan IHK sebesar 116,28. Demikian diungkapkan oleh Kepala BPS Sumatera Barat, Sugeng Arianto, pada konferensi pers di Padang, Jumat (1/9).
Inflasi Year on Year Gabungan terjadi karena kenaikan IHK pada sepuluh kelompok pengeluaran, termasuk transportasi (8,29 persen), perawatan pribadi dan jasa lainnya (3,73 persen), makanan, minuman, dan tembakau (3,28 persen), penyediaan makanan dan minuman/restoran (2,85 persen), kesehatan (2,50 persen), pendidikan (2,37 persen), rekreasi, olahraga, dan budaya (2,29 persen), pakaian dan alas kaki (1,37 persen), perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (1,29 persen), serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (1,15 persen). Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,10 persen.
Secara Month to Month (m-to-m), terjadi inflasi di Kota Padang sebesar 0,07 persen dan deflasi di Kota Bukittinggi sebesar 0,09 persen, dengan inflasi Gabungan 2 Kota mencapai 0,05 persen. Kelompok yang memberikan andil dominan terhadap inflasi Year on Year Gabungan 2 Kota adalah transportasi (1,20 persen), diikuti oleh makanan, minuman, dan tembakau (1,02 persen).
Komoditas yang memberikan andil dominan terhadap inflasi Year on Year mencakup bensin (0,84 persen), beras (0,45 persen), rokok kretek filter (0,28 persen), ikan cakalang/ikan sisik (0,25 persen), mobil, dan kentang (masing-masing 0,13 persen). Sementara itu, komoditas yang memberikan andil dominan terhadap deflasi Year on Year termasuk cabai merah (0,61 persen) dan angkutan udara (0,19 persen).
Di Indonesia, dari 90 kota IHK, semua kota mengalami inflasi Year on Year, dengan Kota Manokwari memiliki inflasi tertinggi sebesar 6,40 persen dan Kota Jambi memiliki inflasi terendah sebesar 1,92 persen. Kota Padang berada di urutan ke-51, sementara Kota Bukittinggi berada di urutan ke-46 dari 90 kota yang mengalami inflasi Year on Year.
Di Sumatera, dari 24 kota IHK, semua kota mengalami inflasi Year on Year, dengan Kota Tanjung Pandan memiliki inflasi tertinggi sebesar 3,99 persen dan Kota Jambi memiliki inflasi terendah sebesar 1,92 persen. Kota Padang berada di urutan ke-8, sementara Kota Bukittinggi berada di urutan ke-5 dari 24 kota yang mengalami inflasi Year on Year di Sumatera.
Di luar pulau Sumatera, dari 26 kota IHK di Pulau Jawa, semua kota mengalami inflasi Year on Year, dengan Kota Sumenep memiliki inflasi tertinggi sebesar 4,72 persen dan Kota Tangerang memiliki inflasi terendah sebesar 2,81 persen. Untuk 40 kota IHK di luar Sumatera dan Jawa, semua kota mengalami inflasi Year on Year, dengan Kota Manokwari memiliki inflasi tertinggi sebesar 6,40 persen dan Gorontalo memiliki inflasi terendah sebesar 2,02 persen. (rel)