LUBUK SIKAPING, KP – Bupati Pasaman, H. Benny Utama, meresmikan Ruang Rawat Inap ‘Safa Marwa’ di Rumah Sakit Islam Panti, Yarsi Sumatera Barat, Kamis (6/7) di Kecamatan Panti.
Bupati Benny Utama juga memenuhi janjinya untuk menyumbangkan satu unit Mobil Ambulans karena Yarsi berhasil menyelesaikan pembangunan gedung rawat inap Safa Marwa yang memiliki konstruksi dua lantai.
“Saya minta Kepala Badan Keuangan Daerah untuk merealisasikan pembelian satu unit ambulans untuk Rumah Sakit Yarsi Panti tahun ini,” ujar Bupati Pasaman kepada Kepala Badan Keuangan Daerah, Teguh Suprianto, yang juga hadir dalam acara peresmian tersebut.
Bupati menjelaskan, jika RSI Yarsi dapat memperoleh predikat Rumah Sakit type B tahun ini, seperti yang disampaikan oleh Direktur RS Ibnu Sina Panti, maka Kabupaten Pasaman akan memiliki tiga Rumah Sakit yang lengkap, yaitu RSUD Lubuk Sikaping, RSUD Rao (sebelumnya RS Pratama), dan RSI Yarsi Panti.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Yarsi Sumatera Barat karena telah mendirikan Rumah Sakit Islam yang representatif di Kabupaten Pasaman,” ujar Bupati Benny Utama.
Dia juga menyampaikan, Program Pasaman Sehat adalah salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Pasaman. Upaya yang dilakukan oleh Yarsi Sumatera Barat di Panti saat ini telah mendukung program prioritas Kabupaten Pasaman.
Selain implementasi program berobat gratis bagi seluruh masyarakat Pasaman dengan hanya membawa KTP atau Kartu Keluarga saat berobat, Pemerintah Kabupaten Pasaman juga terus berupaya untuk mendatangkan dokter spesialis dengan menyediakan berbagai fasilitas.
Pada 2022, Bupati Benny Utama meluncurkan inovasi program yang disebut ‘Satu Jorong Satu Polindes’ untuk mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Pasaman hingga ke daerah-daerah terpencil. “Khusus untuk program berobat gratis, kami telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp.47 miliar per tahun melalui APBD Pasaman,” ungkap Bupati.
Ketua Pembina Yarsi Sumatera Barat, Prof. Dr. Yaswirman menyebutkan, RS Ibnu Sina Panti adalah RS Yarsi keenam di Sumbar dan merupakan satu-satunya RS Ibnu Sina yang didirikan di kecamatan.
“Yarsi Sumbar telah membangun enam rumah sakit, pertama di Kota Padang, kemudian di Bukittinggi, Payakumbuh, Padang Panjang, Simpang Empat Kabupaten Pasaman Barat, dan RSI Ibnu Sina Panti di Kabupaten Pasaman,” kata Prof. Yaswirman.
Dia menjelaskan RS Islam Ibnu Sina Panti didirikan pada 10 Oktober 1978 dengan status sebagai Balai Kesehatan. Baru pada tahun2017, statusnya ditingkatkan menjadi Rumah Sakit, dan tahun ini ditargetkan untuk menjadi Rumah Sakit Type B karena kapasitas tempat tidur rawat inapnya sudah mencapai lebih dari 50 tempat tidur.
Gedung rawat inap baru Safa Marwa yang diresmikan Bupati Pasaman terdiri dari dua lantai dengan 9 ruang rawat inap, termasuk dua ruangan VIP di lantai dasar.
Turut hadir dalam acara peresmian tersebut, Pembina Yarsi Sumatera Barat, Buya Mas’oed Abidin, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Pasaman, anggota DPRD Pasaman, Pimpinan Cabang Bank Nagari Tapus, Direktur RS Ibnu Sina Panti beserta dokter dan pengurus. (nst)