SOLOK, KP – Bupati Solok, H. Epyardi Asda, Dt. Sutan Majo Lelo, menghadiri HUT ke-202 Nagari Sulit Air yang diselenggarakan di Masjid Agung Sulit Air, Jumat (28/4).
Dalam laporannya, Pj. Walinagari Sulit Air, Jumaini, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kesempatan untuk berkumpul bersama dalam HUT ke-202 Nagari Sulit Air. Jumaini juga mendorong semua orang untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan Batang Tarandam sehingga ekonomi Nagari Sulit Air dapat tumbuh. Menurutnya, Nagari Sulit Air memiliki banyak potensi untuk dikembangkan, tidak hanya dari para migran yang sukses tetapi juga dari sumber daya alam yang menjanjikan. Harapannya, Nagari Sulit Air dapat menjadi desa yang makmur dan mandiri.
Jumaini melaporkan anggaran Nagari Sulit Air tahun ini sebesar Rp2,7 miliar, dengan tambahan bantuan dari anggaran Kabupaten Solok sebesar Rp1,8 miliar dan dari Ibu Athari sejumlah Rp2,2 miliar dalam bentuk dana PISEW, 50 unit Sandes, 20 unit BSPS, dan beberapa proyek irigasi.
Di tempat yang sama Ketua Dewan Eksekutif Pusat organisasi SAS, H. Syamsudin Mukhtar, juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh masyarakat Nagari Sulit Air yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. Ia juga menyampaikan bahwa di Nagari Sulit Air terdapat potensi Industri Kecil Menengah (IKM) yang tinggi seperti pembuatan Peci Nasional yang biasa digunakan oleh masyarakat saat beribadah.
“Kami mohon arahan dan bantuan kepada Bapak Bupati bagaimana agar IKM di Nagari Sulit Air dapat maju dan berkembang,” sebut H. Syamsudin Mukhtar.
Sementara itu Bupati Solok, H. Epyardi Asda dalam arahannya mengucapkan rasa syukur karena dapat berkumpul di Masjid Raya Sulit Air dalam rangka peringatan hari jadi ke-202 Nagari Sulit Air.
“Atas nama kepala daerah, saya mengucapkan selamat kepada Nagari Sulit Air karena pada hari ini genap berumur 202 Tahun dan umur itu lebih tua dari umur Kabupaten Solok,” ujar H. Epyardi Asda.
Bupati juga mengungkapkan kebanggaannya atas keberhasilan tokoh-tokoh dari Nagari Sulit Air yang telah dikenal di Indonesia maupun di luar negeri. Menurutnya, membangun daerah ini tidak bisa dilakukan sendirian, sehingga kerjasama dengan tokoh perantau dari Nagari-nagari di Kabupaten Solok diperlukan.
Dalam kolaborasi tersebut, diharapkan berbagai pembangunan baik fisik maupun non-fisik dapat cepat terlaksana di Kabupaten Solok. “Saya juga mengimbau para perantau jika ada yang ingin berinvestasi di Kabupaten Solok ini, karena di Kabupaten Solok banyak potensi potensi wisata yang bisa dikembangkan,” tambah H. Epyardi Asda.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat Nagari Sulit Air mengusulkan sejumlah program pembangunan, seperti LPMN (Bibit), Pagar belakang sekolah, keramik sekolah, Listrik, perbaikan jalan, penambahan guru, jaringan internet, SDN 16 tambahan kelas dan lainnya.
Mari kita berkontribusi di kampung halaman yang kita cintai ini dan mudah-mudahan kedepannya Nagari Sulit Air dapat menjadi lebih baik. (wan)