LIMAPULUH KOTA, KP – Hasil perkebunan jeruk masyarakat Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota mengalami gagal panen parah, sehingga produksinya tidak sampai 30 persen.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Ketua DPRD Sumbar Supardi akan mengupayakan bantuan bibit perkebunan premium untuk petani setempat pada perubahan APBD 2023 mendatang.
Hal itu diungkapkan Supardi saat melaksanakan reses ke daerah itu, Jumat lalu (22/7). Dia mengatakan, produksi komuditi perkebunan, seperti jeruk makin lama makin sedikit akibat biaya produksi yang cukup tinggi. Sementara harga jual di pasaran juga rendah.
Sebelumnya, Walinagari Koto Tinggi Isanul mengatakan, petani jeruk di nagari itu mengalami gagal panen dengan hasil panen tidak sampai 30 persen. Ia juga mengeluhkan 10 jorong yang ada di nagari itu masih belum tersentuh sinyal internet (blank spot).
“Semoga dengan kedatangan Ketua DPRD Sumbar dalam agenda reses bisa menyelesaikan persoalan yang ada di daerah ini,” katanya.
Sekadar informasi, sebagai daerah penghasil jeruk, Gunung Omeh terkenal dengan jeruk siam Gunung Omeh atau Jesigo. (fai)