PADANG, KP – Penghafal Al-Qur’an (hafiz) dari Sumbar, Muhammad Mufid Al-Izza memenangi lomba MTQ Internasional di Arab Saudi. Pemuda berusia 20 tahun itu menyabet hadiah senilai hampir Rp700 juta.
Upacara penutupan lomba MTQ sekaligus penyerahan hadiah kepada pemenang dilakukan di kompleks Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi, Rabu malam (6/9) waktu setempat atau Kamis dinihari (7/9) WIB. Hadiah diserahkan Wakil Emir Mekkah, Pangeran Badar bin Sultan bin Abdulaziz mewakili Raja Salman, didampingi Menteri Urusan Islam Abdullatif bin Abdulaziz Al-Alsheikh selaku penyelenggara lomba.
Acara itu dihadiri juga oleh ulama-ulama terkemuka Arab Saudi, termasuk sejumlah imam Masjidil Haram, seperti Syekh Abdurrahman As-Sudais.
Setelah serangkaian seremoni, pembawa acara memanggil satu persatu pemenang untuk maju ke depan menerima hadiah dari Pangeran Badar. Hingga tiba giliran nama Mufid dipanggil. Di layar besar ditampilkan foto Mufid dan hadiah yang diterimanya, yaitu 170 ribu riyal atau sekitar Rp694 juta.
Mufid dalam kompetisi ini menduduki peringkat empat dalam salah satu kategori/cabang lomba. Mufid maju ke depan, bersalaman dengan Pangeran Bandar, menerima plakat berwarna emas, lalu berfoto bersama.
MTQ ini melombakan 5 cabang. Mufid mengikuti cabang ‘menghafal seluruh Al-Quran dengan performa dan intonasi bagus’ atau Hifzil Al-Quran golongan 30 juz. Pada cabang ini, juara satu dipegang peserta dari Somalia dengan hadiah 200 ribu riyal (sekitar Rp817 juta), juara dua dari Swedia dengan hadiah 190 ribu riyal (Rp776 juta), juara tiga dari Bangladesh dengan hadiah 180 ribu riyal (Rp735 juta), juara empat dari Indonesia (Muhammad Mufid Al-Izza) dengan hadiah 170 ribu riyal (Rp694 juta), dan juara kelima dari Libya dengan hadiah 160 ribu riyal (Rp654 juta).
Kompetisi yang diadakan Kementerian Urusan Islam Kerajaan Arab Saudi ini memberikan hadiah fantastis, total 4 juta riyal atau setara Rp16,3 miliar. Kompetisi internasional bertajuk ‘King Abdulaziz International Competition for Memorizing Reciting and Explanation the Holy Quran in its 43rd Session’ itu diikuti oleh 166 hafiz dari 117 negara, termasuk Indonesia.
Kepala Subdirektorat Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Quran dan Al-Hadist Kemenag, Rijal Ahmad Rangkuty mengungkapkan, Indonesia mengirimkan dua peserta dalam ajang bergengsi ini. Mereka adalah Zaki Muhammad Al-Ghani asal Jawa Barat untuk cabang Hifzil Al-Quran golongan 15 juz dan Muhammad Mufid Al-Izza asal Sumbar untuk cabang Hifzil Al-Quran golongan 30 juz. Namun, hanya Mufid yang sukses menggondol gelar juara.
“MTQ berlangsung sejak 25 Agustus hingga 7 September 2023. Mereka terbang ke Saudi pada 24 Agustus lalu,” kata Rijal.
Ia menambahkan, pemilihan delegasi tersebut ditentukan dari hasil MTQ Nasional XXIX yang dihelat pada tahun 2022 di Kalimantan Selatan. Zaki Muhammad Al-Ghani merupakan juara 1 pada cabang lomba Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) golongan 10 juz (Putra). Sementara Muhammad Mufid Al-Izza adalah juara 3 pada cabang lomba MHQ golongan 30 juz (Putra).
Pada bulan April 2023 lalu, peserta dari Indonesia juga memenangi lomba azan di Arab Saudi. Dhiyauddin dari Aceh berhasil menyabet juara 2 dan menyabet hadiah Rp4 miliar.
PROFIL SINGKAT MUHAMMAD MUFID AL-IZZA
Mufid merupakan putra dari pasangan Muhammad Faisal dan Endang Wirdaningsih. Ia lahir Solok, 2 Januari 2003. Mufid mulai belajar membaca Alquran sejak usia 2 tahun dan menghafal surat-surat pendek. Umur 4 tahun, ia telah menamatkan Iqra’ dan umur 6 tahun khatam Alquran untuk pertama kalinya di Jepang.
Ceritanya, pada umur 8 bulan Mufid ikut orangtuanya ke Toyohashi, Jepang, dan tinggal di sana sampai umur 6 tahun. Pada umur 2-6 tahun Mufid masuk TK Iwanishi Hoikuen. Mufid sempat pula beberapa hari sekolah di SD Iwanishi sebelum pulang ke Indonesia.
Untuk bidang tahfidz, Mufid lama belajar di Pengajian Al Hikmah Mafaza, Desa Miruk, Ulee Kareng, Banda Aceh dan di Masjid Ulee Kareng. Belajar tilawahnya di Masjid Raya Baiturrahman. (mas)