SOLOK, KP – Dalam beberapa bulan terakhir, serangan hama tikus melumpuhkan ekonomi petani padi di Kabupaten Solok.
“Hampir seluruh petani padi di Kecamatan Gunung Talang mengeluhkan hama tikus, termasuk di Nagari Jawi-Jawi Guguak,” terang Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Nagari Jawi-Jawi Guguak, Entismawati, saat sosialisasi penanganan bahaya tikus di Kelompok Tani Muara Parik, Nagari Jawi-Jawi Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kamis (10/8).
PPL dan kelompok tani terus berkoordinasi dalam menghadapi hama tikus di daerah itu. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menyiramkan BBM pertalite ke sabuk kelapa dan dimasukan ke dalam lubang tikus lalu tutup dengan tanah.
Entismawati menambahkan, untuk mengurangi serangan hama tikus, pihaknya sudah sering mengimbau petani untuk melakukan pola tanam serentak dan membuat ruang terbuka di dalam persawahan.
“Kita anjurkan petani menanam padi tiga baris dan di tengahnya diberi ruang. Sebab, tikus memakan padi dengan cara memutar dan takut pada tempat yang terang,” jelasnya.
Yun Afrizal, seorang petani di Jawi-Jawi Guguak, Kecamatan Gunung Talang, mengatakan hama tikus hampir merata menyerang sawah masyarakat. Ia pun berharap hama tikus dapat ditanggulangi sehingga panen kembali normal.
Hal senada dikeluhkan Bahtiar (54 tahun), warga Selayo, kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Menurutnya, sawah yang digarapnya bisa menghasilkan 1000 sukat padi, namun akibat hama tikus hanya bisa panen 800 sukat saja. (wan)