Hanya Separuh Penduduk Miskin Ekstrem di Sumbar yang Terima Bantuan

BUKITTINGGI, KP – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Supardi, mengungkapkan hanya separuh dari penduduk miskin ekstrem di Sumbar yang menerima bantuan dari pemerintah pusat maupun provinsi.

Hal ini disampaikan Supardi dalam pembukaan Pertemuan Pilar-Pilar Sosial Angkatan VIII di Hotel Grand Malindo Bukittinggi pada 12-14 Juli. Menurut data dari Dinas Sosial Provinsi Sumbar, jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 195.000 orang, namun hanya 34 ribu orang yang mendapatkan akses bantuan.

Supardi melanjutkan, di Kabupaten Limapuluhkota, jumlah penduduk miskin ekstrem tercatat sebanyak 378 jiwa. Masalah ini berdampak pada berbagai masalah sosial lainnya, salah satunya tingginya angka stunting. “Sumbar merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam, namun tingkat stuntingnya masih tinggi,” ujarnya.

Di sisi lain, politisi Partai Gerindra ini mengajak masyarakat Kecamatan Luhak di Kabupaten Limapuluhkota yang mengikuti pertemuan pilar-pilar sosial untuk tidak sembarangan menjual tanah untuk pengembangan usaha.

Dia menekankan, kecamatan tersebut, khususnya Nagari Tanjung Aro, memiliki pemandangan alam yang indah yang dapat dijual secara internasional. Dia mendorong agar jika masyarakat tidak mampu mengelola tanah yang dimiliki, mereka dapat menjalin kerjasama dengan pihak yang mampu menggarapnya, bukan menjualnya.

Supardi juga menyebut, di Tanjung Aro sudah banyak berdiri cottage dan penginapan, dan pemerintah nagari harus dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keindahan Tanjung Aro bukan hanya menjadi aset pariwisata Limapuluhkota, tetapi juga Sumbar secara keseluruhan.

Sementara itu ia juga menambahkan, bahwa Kecamatan Luhak terdiri dari enam nagari yang semuanya memiliki keindahan alam. Jika dimanfaatkan dengan baik melalui diskusi antar nagari dalam konteks pariwisata, hal ini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Limapuluhkota.

Di tempat yang sama Kasi PSPPKM dan KAT dari Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Sampurno juga menyatakan Pertemuan Pilar-Pilar Sosial angkatan delapan melibatkan peserta dari berbagai unsur kemasyarakatan seperti Tagana, PSM, LKS, Karang Taruna, dan PKH. Jumlah peserta dalam kegiatan ini mencapai 100 orang. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Sumbar atas alokasi anggaran untuk acara tersebut, yang dilakukan sebagai respons terhadap fenomena sosial yang sedang terjadi. (fai)

Related posts

Kebersamaan Buka Puasa Bersama GAIA Dental Clinic Bukittinggi, Wujud Apresiasi untuk Seluruh Tim

BKKBN Sumbar Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kemandirian Kampung Keluarga Berkualitas

Harga Emas di Padang Tembus Rp5 Juta per Emas, Tertinggi Sepanjang Tahun