PAYAKUMBUH, KP – Upaya penanganan stunting yang digencarkan Pemko Payakumbuh mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya warga Payakumbuh dari etnis Tionghoa.
Bersama organisasi Himpunan Bersatu Teguh (HBT), Pj. Wako Payakumbuh Jasman menyalurkan bantuan sosial untuk tiga keluarga kurang mampu yang anaknya mengalami stunting di Kelurahan Nunang Daya Bangun (NDB) dan Kotokocia Kubu Tapakrajo, Senin (16/10).
Pada awal September 2023 lalu, HBT juga telah menyalurkan bantuan untuk anak stunting ini. Bantuan yang diserahkan kemarin merupakan bantuan asupan gizi untuk bulan kedua. Penyerahan bantuan kali ini turut dihadiri oleh Camat Payakumbuh Barat Ul Fakhri, Lurah NDB, Lurah Kotokociak Kubu Tapakrajo, Ketua HBT Thomas dan pengurus serta Ketua LPM NDB.
Wako Jasman mengatakan, penanganan stunting akibat gizi buruk dan ekonomi ekstrem membutuhkan langkah strategis dan komprehensif, mengingat permasalahan ini sudah menjadi isu nasional.
Menurutnya, keterbatasan anggaran pemerintah daerah menjadi tantangan tersendiri dan membuat kepala daerah harus bersinergi dengan organisasi masyarakat, badan usaha, pengusaha, dan lainnya untuk dapat mencarikan solusi guna membantu masyarakat yang stunting dan ekonomi esktrem.
“Kami apresiasi HBT atas dukungannya, mudah-mudahan sinergi ini terus terjalin sebagai bentuk kepedulian kepada sesama,” ujarnya.
Lurah NDB Firman Hadi menerangkan, keluarga penerima bantuan ini merupakan warga Kecamatan Payakumbuh Barat dan Payakumbuh Utara yang saat ini berada di bawah pengawasan Puskesmas Ibuah dan Puskesmas Tiakar.
“Sebelumnya telah diberikan bantuan kepada ketiga anak stunting ini dan ini merupakan bantuan yang kedua dari Bapak Pj. Wako bersama HBT,” pungkasnya.
Sementara, Ketua HBT Payakumbuh Thomas menyebut, pihaknya siap mendukung dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam program pengentasan stunting dan ekonomi ekstrem. (dst)