PADANG, KP – Sebagai rangkaian Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan Indonesia ke-XVI di Padang, Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengadakan Rembug Utama KTNA yang dibuka Gubernur Sumbar, di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (9/6).
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menilai, Penas memiliki peran yang sangat strategis.
“Penas Petani Nelayan XVI harus menjadi bagian strategis dari upaya konsolidasi bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan,” katanya.
Mentan melanjutkan, kegiatan ini adalah bagian-bagian untuk mengkonsolidasi, kekuatan dan potensi pertanian.
“Khususnya untuk menjaga ketahanan pangan nasional kita,” ungkapnya.
Mentan Syahrul juga berharap Penas menjadi bagian untuk menghadapi tantangan sektor pangan.
“Acara Penas harus menjadi puncak komunikasi emosional kita. Besok ada El Nino, besok ada warning terhadap krisis pangan dunia, karena cuaca ekstrim, serangan hama dimana mana. Oleh karena itu Penas ini sangat penting untuk menyatukan visi dan pandangan kita dalam menghadapi berbagai tantangan,” terangnya.
Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menjelaskan, program utama Kementan adalah juga untuk mengantisipasi El Nino dan antisipasi krisis pangan global sebagai dampak pandemi, perubahan iklim, perang Rusia-Ukrania.
“Untuk itu saya mengajak semua untuk menyamakan langkah dalam antisipasi masalah ini,” kata Dedi.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, seperempat pendapatan pemerintah daerah Sumbar berasal dari pertanian.
“Sekitar 57 persen pendapatan bergerak di sektor pertanian. Menyingkapi hal tersebut, 10 persen anggaran daerah dialokasikan pada pertanian dengan program prioritas di bidang pertanian,” bebernya.
Mahyeldi berharap, KTNA sebagai wadah petani dan nelayan mempunyai dampak dalam pembangunan pertanian.
“Pelaksanaan Penas XVI harus menjadi ajang konsolidasi nasional bagi petani dan nelayan, sehingga dapat saling menginspirasi, memotivasi dan memanfaatkan jaringan yang dipunya untuk mensejahteraan petani dan nelayan,” ungkapnya.
Ketua KTNA M Yadi Sofyan Noor menambahkan, Penas seharusnya dilaksanakan tahun 2020, setelah sebelumnya di Aceh tahun 2017. Namun karena panmdemi covid-19, baru bisa dilaksanakan sekarang.
“Hari ini (Rembug Utama) adalah hari penting untuk menetapkan tuan rumah Penas berikutnya,” katanya.
Sebagai bagian dari rembug utama, diadakan workshop bersama eselon satu terkait Kementan dan KTNA yang hasilnya akan menjadi nota kesepahaman antara KTNA dengan Kementerian Pertanian.
Pada kesempatan tersebut, KTNA memberikan penghargaan untuk para tokoh yang berdedikasi dan berpengaruh pada bidang pertanian Adibakti Petani Nelayan, sebanyak 15 orang yang di antaranya diberikan kepada Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Komisi IV DPR, jajaran Pemprov Sumbar, forkopimda, pengurus KTNA, dan peserta rembug utama. (mas)