Anggota DPRD Kabupaten Solok, Nelson
SOLOK, KP – Untuk membuka daerah-daerah terisolasi di Kabupaten Solok, seperti di Kecamatan Tigo Lurah, kerjasama yang sinergis antara Bupati dan anggota DPRD Kabupaten Solok menjadi sangat penting.
Jika tidak ada kerjasama seperti itu, Tigo Lurah akan terus menjadi daerah yang terisolasi, ungkap Pardinal, seorang tokoh masyarakat Tigo Lurah, yang juga menjabat sebagai walinagari Garabak Data, di Batu Bajanjang, Jumat (19/5).
“Sebenarnya, membuka daerah Tigo Lurah tidaklah terlalu sulit. Pemerintah hanya perlu membuka akses jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan roda empat menuju Tigo Lurah, terutama Nagari Garabak Data dan nagari-nagari lainnya di Tigo Lurah. Jika jalan sudah ada, maka secara otomatis perekonomian masyarakat akan berkembang dan maju, karena mereka dapat menjual hasil pertanian langsung ke pusat kota dengan harga yang wajar,” papar Pardinal.
Pardinal sangat berterima kasih kepada Bupati Solok, H. Epyardi Asda, dan putrinya yang juga anggota DPR RI Athari Gauthi Ardi, yang berjanji akan memberikan perhatian khusus kepada Tigo Lurah.
“Dalam kunjungan mereka ke Tigo Lurah baru-baru ini, meskipun tidak sampai ke Garabak Data, Bapak Bupati dan Athari berjanji akan terus memperjuangkan Tigo Lurah hingga tingkat nasional,” tambah Pardinal.
Walinagari yang gigih berjuang demi nagarinya ini juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Solok dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan perhatian khusus terhadap Garabak Data.
“Sudah hampir 80 tahun negara ini merdeka, tetapi daerah kami masih tertinggal jauh. Oleh karena itu, kami meminta perhatian khusus dari pemerintah untuk membangun Kecamatan Tigo Lurah,” tambah Pardinal.
Saat ini, yang diperlukan adalah kesungguhan dari pemerintah, baik Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat, maupun pemerintah pusat, untuk membuka akses jalan tersebut.
“Prioritas utama pemerintah harus menjadi masalah akses jalan menuju nagari-nagari di kecamatan yang masih belum memiliki jalan yang layak,” tegas Pardinal.
Mereka tidak berharap hal-hal lain pada saat ini, kecuali mendapatkan akses jalan yang layak.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Solok, Nelson, menyatakan bahwa untuk membuka akses ke Tigo Lurah, yang saat ini masih sepenuhnya terisolasi, dibutuhkan perhatian khusus dari Pemerintah, baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat.
“Pemerintah tidak hanya boleh berbicara bahwa Kecamatan Tigo Lurah masih termasuk daerah tertinggal, tetapi juga harus menyediakan solusi dan melakukan penelitian khusus untuk kecamatan ini. Jika tidak, maka kecamatan terjauh di Kabupaten Solok ini akan selalu tertinggal dibandingkan dengan daerah lainnya,” jelas Nelson. (wan)