Merdeka!

SUDAH 78 tahun negara kita, Indonesia merdeka. Sudah banyak yang dikerjakan. Pembangunan berkelanjutan terus berjalan di negeri ini. Semuanya untuk kesejahteraan anak bangsa.

Denyut dan gerak pembangunan tak pernah berhenti. Sudah banyak yang berhasil dikerjakan dan dirasakan manfaatnya oleh anak negeri ini. Namun di balik laju arus pembangunan, ternyata godaan dan cobaan masih saja muncul, yaitu ‘hantu’ yang menangguk di air keruh.

Beragam penyelewengan keuangan negara melalui kejahatan korupsi masih saja menodai kerja keras pembangunan yang dilakukan. Tindak korupsi yang menguras keuangan negara terus mewarnai berita media massa di negeri ini. Maling, rampok, dan beragam kejahatan memaksa aparat keamanan tak berhenti bekerja sedetik pun.

Di sisi lain, semakin banyaknya warga negeri ini yang sejahtera, juga diiringi si miskin yang terlunta-lunta. Problema sosial tetap saja mewarnai kehidupan bangsa tercinta ini. Yang kaya makin kaya, yang miskin tetap saja melarat, baik di kota ataupun di desa. Begitu juga masalah pengangguran. Mereka punya beragam ijazah, namun kerja sulit didapat. Orang tua makin susah. Terima ijazah langsung pulang kampung, begitu terus berlangsung.

Katanya, Indonesia negeri subur. Tongkat ditanam bisa tumbuh. Nyatanya yang muncul kerja gaduh. Membuat penjara selalu penuh.

Sudah 78 tahun Indonesia merdeka, kita tentu tak ingin begini-begini saja. Kalau semangat berjibaku tidak ditanamkan pada generasi muda semasa masih di jenjang pendidikan, mereka akan sulit mandiri. Jangan pemerintah selalu jadi sasaran. Tapi, bagaimana peran orangtua? Bisa jadi tak begitu ‘mesra’ hubungan orang tua dengan anak. Ketika anak sudah sarjana, ia pun kebingungan.

Sebaliknya, mahasiswa yang aktif dalam organisasi ekstra kampus biasanya pandai mencari peluang karena pergaulannya cukup luas. Bukan semata mengharapkan jadi PNS. Swasta pun banyak peluang kerja. Bahkan, tidak sedikit alumni perguruan tinggi jadi pengusaha sukses. Kalau lulusan perguruan tinggi masih saja memilih-milih pekerjaan, tentunya akan kesulitan dalam menentukan masa depan. *

Related posts

Kebersamaan Buka Puasa Bersama GAIA Dental Clinic Bukittinggi, Wujud Apresiasi untuk Seluruh Tim

BKKBN Sumbar Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kemandirian Kampung Keluarga Berkualitas

Harga Emas di Padang Tembus Rp5 Juta per Emas, Tertinggi Sepanjang Tahun