SOLOK, KP – Pemkab Solok menggelar Kampanye Penurunan dan Pencegahan Stunting serta meluncurkan program Kepiting (Keluarga Peduli Stunting) Menuju Indonesia Emas 2045 Bebas Stunting.
Kegiatan ini kerjasama antara Pemkab Solok, Dinas Komunikasi dan Informatika, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumatera Barat (Sumbar). Kegiatan yang didukung PT. Tirta Investama Solok itu digelar, Kamis (5/10) di Arosuka.
Selain itu, 100 siswa/siswi SLTA di Kabupaten Solok dan beberapa SKPD terkait juga hadir sebagai peserta Kampanye Penurunan dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Solok.
Bupati Solok diwakili Kepala Diskominfo Solok, Teta Midra mengucapkan terima kasih atas kolaborasi dalam mensukseskan percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Solok.
Dia juga menyebutkan, angka Stunting di Kabupaten Solok telah turun sebesar 15,9 persen pada 2022, dan harapannya adalah mencapai Zero Stunting pada 2024, serta terus berupaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Solok.
Sementara itu, Sekretaris Diskominfo Solok, yang juga ketua pelaksana acara Marcos Sophan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan pertama, untuk percepatan penurunan target Pencegahan Stunting sejak dini, dengan mengambil peserta berupa siswa/siswi remaja SLTA di Kabupaten Solok.
Kedua, untuk mensosialisasikan program upaya penundaan pencegahan stunting dari tingkat nasional hingga daerah, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat diketahui dan didukung secara luas demi terwujudnya penurunan stunting yang diharapkan.
Di tempat yang sama Manajer CSR PT. Tirta Investama Solok, Jon Endrik, menyampaikan sebagai perusahaan penyedia air kemasan, pihaknya tentu peduli terhadap program kesehatan masyarakat.
Kegiatan itu juga dihadiri Kepala BKKBN Sumbar diwakili Ketua Pokja Pembangunan Keluarga, Dedy Agustanto, Senior Plan Manajer Health and Nutrition Danone Indonesia, Rizki Pohan, dan Direktur PKBI Sumbar (Vina Rahmi). (wan)