PADANG, KP – Ketua DPRD Sumbar Supardi meminta Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) wilayah Sumbar ikut andil dalam menentukan arah keberlangsungan bangsa ke depan.
“Jangan hanya menjadi penonton dan pengamat saja,” kata Supardi, saat memberi sambutan pada Musyawarah Wilayah (Muswil) VI KB PII Sumbar di Kota Padang Panjang, Sabtu (26/8).
Menurutnya, dulu memang berkembang pemikiran bahwa anggota PII tidak boleh berpolitik. Namun, 2024 merupakan momentum penting dalam menentukan arah bangsa karena rakyat Indonesia akan memilih presiden dan wakil presiden serta wakilnya di legislatif.
“Jadi, apakah PII hanya menjadi penonton atau bagian dari perubahan untuk mewujudkan mimpi-mimpi,” ujar Supardi.
“Apakah muswil ini hanya untuk penentuan pengurus atau menetapkan arah organisasi?” imbuhnya.
Supardi menegaskan, PII mesti ikut dalam perubahan di Republik Indonesia. Sebab, ke depan tantangan bangsa tidak mudah. Banyak persoalan yang harus diselesaikan secara bersama-sama.
“Sumbar yang memiliki falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah saat ini kondisinya juga sedang tidak baik-baik saja, penyakit masyarakat seperti LGBT hingga narkoba narkotika harus menjadi perhatian semua pihak. Belum lagi untuk sektor ekonomi dan pendidikan. Inilah beberapa persoalan yang dihadapi Sumbar sekarang,” beber Supardi.
Ditambahkannya, dahulu ada tokoh-tokoh besar, seperti Mohammad Natsir, Buya Hamka, hingga Muhammad Hatta.
“Sekarang tidak ada lagi sosok seperti pejuang-pejuang tersebut, yang beredar ada yang hanya politikus karbitan hingga cendikiawan yang bisa dibeli. Oleh karena itu, saya berharap dalam muswil ini PII bisa melahirkan kader-kader militan dan memberikan dampak besar untuk pembangunan daerah,” pungkasnya. (fai))