Wabup Mundur, Bupati Andri Warman Bantah Ada Ketidakharmonisan

Andri Warman

AGAM, KP – Bupati Agam H Andri Warman memastikan roda pemerintahan tetap berjalan normal pasca Wakil Bupati Irwan Fikri mengundurkan diri dari jabatannya. Meski demikian, bupati yang akrab disapa AWR itu mengaku belum diberitahu secara langsung oleh wakilnya itu.

“Sampai detik ini Bapak Irwan Fikri belum ada menelepon, WA, atau mengirim surat kepada saya. Saya tahu informasi pengunduran diri tersebut dari pemberitaan,” ungkap Bupati Andri Warman.

Jika pengunduran itu benar adanya, ia mengaku menghargai keputusan yang diambil pasangannya itu. Menurutnya, pengunduran diri sebagai wakil bupati merupakan hak Irwan Fikri yang harus dihormati.

“Jika pengunduran diri ini benar adanya, saya menghargai keputusan tersebut karena ini adalah hak beliau. Informasi yang saya dapatkan beliau akan maju sebagai anggota DPRD provinsi,” kata bupatinya.

Soal pengunduran diri wakilnya itu, bupati AWR tidak mau berspekulasi lebih lanjut. Sejauh ini, katanya, hubungannya dengan wakilnya itu berjalan baik tanpa ada persoalan berarti.

“Informasi yang beredar pengunduran beliau karena ketidakharmonisan itu adalah keliru. Dalam menjalankan tugas sebagai bupati dan wakil bupati selama ini baik-baik saja, pembagian tugas juga jelas dan sesuai ketentuan berlaku,” ungkapnya.

Andri Warman berharap alasan pengunduran diri wakilnya itu tidak menjadi polemik yang berkelanjutan. Sebab, lanjutnya, roda pemerintahan di Kabupaten Agam harus tetap berjalan maksimal meskipun harus tanpa wakil bupati.

“Pelayanan ke masyarakat jangan sampai terganggu. Untuk itu, keputusan Bapak Irwan Fikri jangan dijadikan polemik yang dapat berdampak buruk bagi roda pemerintahan,” tuturnya.

Terpisah, pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago menjelaskan, persoalan pengunduran diri wakil bupati jamak terjadi di beberapa daerah. Alasan pengunduran diri pun beragam, mulai keinginan pribadi hingga keputusan politik.

Namun yang jelas, katanya, tugas Andri Warman selaku kepala daerah akan semakin berat ke depan. Kabupaten Agam yang daerahnya cukup luas menuntut kinerja ekstra dari bupati.

“Ini pembuktian untuk AWR, baik secara pemerintahan maupun politik. Ketika Agam bisa maju saat AWR sendiri, bonus politiknya akan lebih tinggi. Atau justru sebaliknya apakah beliau akan mencari pengganti wakilnya, itu tergantung beliau,” ujarnya. (rzk)

Related posts

Kebersamaan Buka Puasa Bersama GAIA Dental Clinic Bukittinggi, Wujud Apresiasi untuk Seluruh Tim

BKKBN Sumbar Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kemandirian Kampung Keluarga Berkualitas

Harga Emas di Padang Tembus Rp5 Juta per Emas, Tertinggi Sepanjang Tahun