Wali Nagari Durian Tinggi Gandeng ‘Mak Katik’ Tingkatkan Kapasitas Bundo Kanduang

WALI Nagari Durian Tinggi, Hendra Gunawan bersama Mak Katik di acara peningkatan kapasitas Bundo Kanduang.

LUBUK SIKAPING, KP – Pemerintah Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuk Sikaping, Pasaman, bekerjasama dengan Budayawan Minangkabau, Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, yang akrab dipanggil ‘Mak Katik,’ untuk meningkatkan pengetahuan para puluhan Bundo Kanduang di daerah setempat.

Wali Nagari Durian Tinggi, Hendra Gunawan, menyatakan bahwa peningkatan kapasitas Bundo Kanduang sangat penting guna memperluas pemahaman tentang Adat Budaya Minangkabau yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

“Kita menyadari bahwa peran dan fungsi Bundo Kanduang sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Bundo Kanduang adalah limpapeh rumah nan gadang atau tiang utama rumah gadang karena beliau menjadi penyangga ‘rumah tangga’ dan suri teladan untuk semua,” ungkap Hendra Gunawan, yang biasa disapa Dotor, Kamis (27/7).

Menurut Dotor, Bundo Kanduang perlu diberikan pemahaman adat istiadat agar tidak terlupakan oleh zaman.

“Tidak dapat kita pungkiri bahwa nilai-nilai adat belakangan ini mengalami penurunan di tengah-tengah masyarakat. Jika pada zaman dahulu, masih banyak tempat di Nagari untuk belajar adat istiadat, namun sekarang sudah jauh berkurang,” tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Dotor, melalui pelatihan peningkatan kapasitas Bundo Kanduang selama dua hari ini, diharapkan pengetahuan mereka tentang adat bisa diasah dan diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat.

“Materi pelatihan mencakup tata cara berpakaian Bundo Kanduang yang benar, serta arti dan makna di balik setiap busana. Termasuk pula berbagai hal seperti bertata krama yang baik, ibadah, dan peranannya di masyarakat. Dengan demikian, kami berharap para Bundo Kanduang ini dapat menjadi contoh di tengah-tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda saat ini,” katanya.

Sementara itu, Mak Katik sebagai pemateri sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Nagari Durian Tinggi dalam melestarikan nilai-nilai adat budaya Minangkabau.

“Alhamdulillah, perhatian serius dari para pemangku pemerintah terus terlihat dalam melestarikan adat budaya Minangkabau kita. Saya sendiri sudah kali ketiga datang ke Pasaman untuk mengisi kegiatan serupa yang diselenggarakan oleh Nagari. Ini merupakan hal penting yang harus kita lakukan bersama agar Budaya kita tidak hilang tergerus zaman,” ungkap Mak Katik.

Mak Katik juga berharap agar ke depan, Pemerintah Daerah dapat menyelenggarakan kegiatan serupa khusus untuk calon-calon Bundo Kanduang yang masih muda saat ini.

“Sekarang kita fokus pada para Bundo Kanduang yang sudah dewasa terkait adat istiadat, namun jangan lupa bahwa generasi muda, calon-calon Bundo Kanduang, juga perlu mendapatkan edukasi adat. Sebab, di tengah kemajuan peradaban saat ini, anak muda juga harus tetap diperkuat dengan nilai-nilai budaya Minangkabau,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Mak Katik mengaku telah membahas semua peran, fungsi, dan tugas para Bundo Kanduang di Minangkabau. (nst)

Related posts

Kebersamaan Buka Puasa Bersama GAIA Dental Clinic Bukittinggi, Wujud Apresiasi untuk Seluruh Tim

BKKBN Sumbar Perkuat Komitmen Lintas Sektor untuk Tingkatkan Kemandirian Kampung Keluarga Berkualitas

Harga Emas di Padang Tembus Rp5 Juta per Emas, Tertinggi Sepanjang Tahun