Nagari Minangkabau Baralek Gadang

BUPATI Tanah Datar, Eka Putra membuka festival Baralek Gadang ditandai dengan penyerahan tanduk kerbau dan prosesi arak-arakan seribu jamba baka, di lapangan bola kaki nagari setempat.

TANAH DATAR, KP – Nagari Minangkabau, Kecamatan Sungayang, menggelar festival Baralek Gadang selama dua hari, yaitu Sabtu (13/5) dan Minggu (14/5), di lapangan bola kaki nagari setempat.

Festival ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “satu event satu nagari” dan dibuka oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra. Pembukaan ditandai dengan penyerahan tanduk kerbau dan prosesi arak-arakan seribu jamba baka.

Bupati Eka Putra menyampaikan ucapan terima kasih dan memberikan apresiasi pada pagelaran “satu nagari satu event” Minangkabau Baralek Gadang yang berlangsung meriah tersebut. Ribuan masyarakat ikut serta dan menyaksikan berbagai pertunjukan yang disuguhkan.

“Tujuan dari satu nagari satu event ini adalah untuk menjaga dan memelihara adat dan budaya kita, serta kuliner-kuliner tempo dulu yang saat ini mulai tergerus. Melalui event ini, kita dapat menghidupkan kembali keunikan dan keanekaragaman kita,” tambah Eka Putra.

Eka Putra juga menyatakan bahwa program “satu nagari satu event” saat ini didampingi oleh politeknik pariwisata Bandung. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi pariwisata Tanah Datar secara lebih luas. Selain itu, Pemerintah Daerah Tanah Datar juga menjalin kerjasama dengan STP Bandung.

Selain sebagai ajang promosi bagi kabupaten maupun nagari, “satu nagari satu event” juga bertujuan untuk mengaktifkan sanggar-sanggar kesenian di nagari, sektor kuliner, UMKM, serta membangun rasa kebersamaan dalam membangun nagari.

Eka Putra juga mengumumkan bahwa pada tahun 2023, akan diadakan Kongres Bundo Kanduang se-Dunia yang direncanakan pada bulan Desember mendatang.

Sementara itu, Wali Nagari Minangkabau, Imhar, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya festival “satu nagari satu event” Minangkabau Baralek Gadang tersebut. Prosesi arak-arakan jamba baka menjadi sumbangsih dari masyarakat, bundo kanduang, dan TP-PKK Nagari Minangkabau.

Imhar menjelaskan bahwa Nagari Minangkabau terdiri dari tiga jorong, yaitu Jorong Minang Jaya, Jorong Badina Murni, dan Jorong Kelarasan Tanjung, di mana sebagian besar masyarakatnya bergerak di sektor pertanian dan perdagangan.

“Alhamdulillah, program bajak sawah gratis yang dicanangkan oleh Pak Bupati sangat membantu masyarakat. Perekonomian meningkat, dan saat ini banyak masyarakat yang berdagang atau berjualan,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Imhar juga meminta pemerintah daerah untuk membangun gedung serba guna, mengingat di nagari tersebut belum tersedia ruangan pertemuan atau gedung serba guna yang representatif.

Sementara itu Tokoh Masyarakat setempat, Yusran Munaf Dt. Sari Marajo atas nama perantau menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan satu nagari satu event di Nagari Minangkabau tersebut.

“Semenjak tahun 2021 yang lalu dibentuklah persatuan perantau Nagari Minangkabau dan saat ini sudah ada lima perwakilan yaitu di Medan, Pekan Baru, Lampung, Jakarta dan Bukittinggi,” ucapnya.

Yusran menyebut partisipasi perantau cukup tinggi membangun kampung halaman contohnya pembangunan masjid yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan dan sudah menelan biaya Rp18 miliar yang mana Rp15 miliar murni perantau dan Rp3 miliar dari anak nagari. (nas)

Related posts

Bangkitkan Sport Tourism, Padang Panjang Gelar ‘Gowes Fun Adventure’ 

Kunjungan Wisatawan ke Padang Naik 49 Persen Saat Lebaran 2026

Momen Liburan, Wisata Air Limapuluh Kota Ramai Pengunjung