TANAH DATAR, KP – Diawali dengan pawai arak-arakan 1.000 senggan kacang barandang, putaran ke empat pelaksanaan program unggulan Satu Nagari Satu Event Festival Pesona Kacang Barandang nagari Sawah Tangah yang dipusatkan di lapangan Bintang Timur, Kecamatan Pariangan, resmi dibuka Bupati Tanah Datar Eka Putra, Selasa (25/4).
Pada acara tersebut turut hadir pimpinan DPRD Tanah Datar Saidani, pimpinan OPD, Camat Pariangan bersama forkopimca, camat dan wali nagari se Tanah Datar, niniak mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, perantau, pemuda, dan undangan lainnya.
Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Sawah Tangah yang berhasil menggelar event pesona kacang barandang yang merupakan potensi nagari tersebut. Menurut bupati, Nagari Sawah Tangah memiliki banyak kuliner spesifik dan khas, di antaranya kacang barandang yang sangat terkenal dengan rasanya yang gurih dan lezat.
Selain kacang barandang, tambah Bupati Eka, Nagari Sawah Tangah juga memiliki kuliner khas yang bernama Nasi Padeh.
“Tadi saya sudah mencicipi, mirip dengan nasi goreng karena bahan utamanya nasi. Namun rasanya beda, nasi padeh ini memiliki cita rasa yang kaya rempah. Saya berharap pengunjung yang datang juga ikut mencicipi nikmatnya nasi padeh ini,” kata Bupati.
Ia berharap melalui event pesona kacang barandang ini seluruh potensi yang ada di Nagari Sawah Tangah semakin dikenal oleh masyarakat luas sehingga memiliki efek ekonomi bagi masyarakatnya.
Sebelumnya, Wali Nagari Sawah Tangah Dedi menyampaikan, Nagari Sawah Tangah yang terletak di kaki Gunung Marapi itu memiliki peninggalan budaya alam yang sangat unik.
“Nagari Sawah Tangah ini memiliki keunikan yang serba tujuh, kami memiliki 7 sungai, 7 tapian mandi, 7 bukit, dan juga 7 batu yang semuanya selalu kami lestarikan sebagai ikon nagari. Tak kalah pentingnya sebagai penopang ekonomi keluarga bagi masyarakatnya, secara turun-temurun sampai hari ini terus dilestarikan kebiasaan marandang kacang,” ujar Dedi.
Namun, lanjutnya, UMKM anak nagari Sawah Tangah sering mengalami permasalahan yakni susahnya mendapatkan kacang mentah untuk diproduksi.
“Masyarakat yang menanam kacang sering gagal panen karena hama pengerat polong yang belum bisa kami atasi. Kami berharap pemerintah bisa memberikan solusi karena selama ini kami harus mencari kacang mentah dari berbagai daerah, bahkan sampai ke provinsi tetangga sehingga biaya produksi meningkat,” tuturnya.
Selain itu, Dedi juga menyampaikan, pelaksanaan Satu Nagari Satu Event Pesona Kacang Barandang diisi dengan berbagai penampilan kesenian anak nagari, seperti randai, perlombaan pengelolaan makanan nasi padeh, baju kurung, baju teluk belango, dan lainnya. (nas)