PADANG, KP — Pemerintah Kota Padang memperkuat kolaborasi pentahelix sebagai langkah strategis menuju jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN) di bidang gastronomi. Upaya ini menekankan kerja sama antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media untuk mempromosikan identitas kuliner dan budaya kota.
Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan pentahelix pariwisata Kota Padang yang digelar di Gedung Youth Center, kemarin.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani menyampaikan bahwa pentahelix menjadi modal utama dalam menyusun strategi menuju pengakuan UNESCO.
“Memanfaatkan kekayaan kuliner seperti sejarah dan Kota Tua Padang sebagai modal utama, kita memperkuat kolaborasi pentahelix. Ini sangat penting untuk menyusun strategi, revitalisasi Kota Tua, serta mempromosikan identitas kuliner dan budaya Padang secara global demi pembangunan kota yang kreatif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Yudi, status Kota Kreatif UNESCO di sektor gastronomi mencerminkan kekuatan identitas budaya dan warisan tradisi yang dimiliki Padang. Ia menilai, pengakuan tersebut berpotensi menarik lebih banyak wisatawan dan berdampak positif pada perekonomian masyarakat. “Salah satu kuliner yang ditonjolkan adalah rendang, didukung ragam kuliner khas yang sudah dikenal luas,” katanya.
Ia menambahkan, Dinas Pariwisata berkomitmen mengadakan rapat koordinasi pentahelix, menyusun rencana aksi bersama, serta melaksanakan berbagai pelatihan untuk subsektor kuliner.
Pertemuan tersebut juga membuka ruang diskusi bagi peserta untuk memberikan masukan, selain menghadirkan pakar dan praktisi kuliner sebagai narasumber.
“Hasil pertemuan pentahelix ini akan menjadi acuan untuk menyusun strategi dan rencana menuju status Kota Gastronomi yang berada dalam jaringan UCCN,” tutupnya. (nda)