Home » Kejadian Memalukan di UIN Bukittinggi

Kejadian Memalukan di UIN Bukittinggi

Redaksi
A+A-
Reset

KEDATANGAN Gubernur Sumbar H. Mahyeldi ke kampus UIN Syech Djamil Djambek Bukittinggi menimbulkan ‘kericuhan’ yang memprihatinkan. Sampai hati oknum mahasiswa yang merupakan Presiden BEM menolak kedatangan tokoh nomor satu di provinsi yang populer dengat falasafah ‘adat basandi syara’, syara’ basandi Kitabullah (ABS-SBK)’.

Kedatangan Gubernur Mahyeldi ke kampus UIN Bukittinggi tentunya sudah dijadwalkan sejak jauh-jauh hari, dengan agenda memberi kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa baru UIN, Rabu (23/8).

Sangat disayangkan, panitia pelaksana dan rektorat sepertinya kurang sigap dalam mengantisipasi potensi adanya kejadian tidak terduga. Ironisnya, peristiwa ini terjadi di kampus naungan Kementerian Agama. Sepertinya, baru ini terjadi peristiwa memalukan di UIN Bukittinggi.

Apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur. Cukup, ambil saja hikmah dari peristiwa tak terduga yang memalukan ini. Boleh jadi, semuanya serba salah. Cukup saling menyesali dari peristiwa ‘aneh dan tidak terduga’ ini.

Manusia itu lemah dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Semoga Buk Rektor bersama jajaran berkenan mengambil hikmah dan menjadikan kejadian ini sebagai bahan renungan untuk evaluasi dalam setiap kegiatan ke depan, terutama yang menghadirkan tamu undangan VVIP.

Bagaimanapun juga, secara bertahap UIN Bukittinggi sudah begitu berkembang sesuai dengan zamannya. Bayangkan, kampus ini dirintis cendekiawan Islam Sumbar sejak lama. Dimulai dari lokal jauh Fakultas Syariah yang menumpang kuliah di kampus pendidikan Islam di Jirek Bukittinggi. Dengan dukungan Pemda Agam dan Bukittinggi bersama tokoh terkemuka setempat, Bukittinggi sudah punya PTN Islam, UIN UIN Syech Djamil Djambek Bukittinggi. Alhamdulillah.

Di saat makin mulusnya perkembangan UIN Bukittinggi, tiba-tiba muncul peristiwa memalukan sekaligus ‘menggelikan’. Tokoh nomor satu di Sumbar, Gubernur Mahyeldi, putra TiIatang Kamang pula, ditolak kedatangan beliau oleh BEM UIN setempat. Kita prihatin dengan peristiwa tak terduga tersebut. *

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?