PESISIR SELATAN, KP – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Pesisir Selatan masih sekitar saetahun lagi, namun beberapa nama bakal calon bupati sudah mulai muncul. Salah satunya adalah Bakri Maulana. Putra asli Pesisir Selatan asal Batang Kapas itu mengungkapkan niatnya untuk maju pada pilkada 2024 nanti, dalam pertemuan dengan insan pers di Cafe Gaul Sago, Painan, Senin (25/9).
Dalam pertemuan tersebut ia menerangkan sejumlah program yang akan diusungnya, yaitu membangun, memperbaiki, serta merevitalisasi sarana dan prasana pembangunan yang ada di seluruh penjuru Pessel.
Selain itu, ia bertekad membenahi semua potensi yang ada di Pessel, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, hingga perikanan.
“Kita akan benahi semuanya guna meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Bakri juga melirik potensi besar sektor pariwisata yang dimiliki Pessel, salah satunya adalah gugusan Pulau Mandeh dan pulau-pulau kecil lain di sekitarnya.
“Itu semua potensial untuk dikembangkan melalui berbagai upaya kerjasama dengan investor maupun stakeholder terkait lainnya,” katanya.
DIketahui, Bakri Maulana merupakan seorang pengusaha sukses di perantauan dan saat ini menjadi Direktur PT PNM. Banyak pengalaman pekerjaan dan organisasi yang dijalani Bakri Maulana, di antaranya pernah menjabat sebagai Direktur Umum PD Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor pada 2011-2015.
Pria yang akrab disapa Pak BM itu lahir pada 8 Agustus 1962 di Kampung Anakan Batang Kapas Pesisir Selatan (Pessel). Ia merupakan anak bungsu dari lima bersaudara dari orangtua Ismail dan Manyar.
Meski anak petani, ia memiliki semangat yang tinggi menyelesaikan pendidikannya. Bakri menamatkan SD Anakan tahun 1974 dan SMP Negeri Batang Kapas tahun 1977 serta SMA Negeri Salido lulus tahun 1981. Begitu lulus SMA, Bakri diterima sebagai pegawai Agraria dengan golongan 1 karena yang dimasukan ijazah SMP.
Pada 1987-1992, Bakri muda terlibat dalam proyek transmigrasi lokal Muaro Gadang Labuhan Tanjak, Muaro Air Haji, Pessel sebagai pelaksana pengukuran topografi dan tata ruang untuk proyek tersebut. Beberapa proyek pengukuran dilakoninya, termasuk di Kecamatan Bayang dan Ranah Pesisir dan juga pernah terlibat sebagai pendamping ABRI Masuk Desa (AMD) di era tahun 80-an.
Perjuangannya di tanah rantau berawal pada tahun 1993 ketika ia berangkat ke Pulau Jawa dan menjadi wiraswasta di Kota Bogor. Ia menikahi Diah Fitriani dan memiliki empat anak, Alfian Bakti, Sari Comala Bakti, Incim Comala Sari, dan Para Seno Bakti.
Bakri M juga menghadapi tantangan lain di bidang politik. Ia pernah menjadi sekretaris tim sukses Pilkada Gubernur Jabar Ahmad Heryawan–Dede Yusuf. Ketika pilpres 2004, Bakri juga pernah menjadi Sekretaris timses pasangan Amien Rais–Siswono Yudo Husodo karena pada 2002-2006, Bakrie terlibat dalam kepengurusan DPD PAN Kabupaten Bogor. (don)
