PADANG, KP — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera Barat mulai memasang kuda-kuda menghadapi Pemilu 2029 dengan target ambisius meraih 100 kursi di tingkat kabupaten dan kota. Langkah strategis ini diawali dengan perombakan serta penguatan struktur kepengurusan melalui Musyawarah Cabang (Muscab) serentak yang digelar mulai Senin (13/4).
Ketua DPW PKB Sumatera Barat, Firdaus menegaskan, agenda ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan konsolidasi serius untuk memastikan mesin partai bergerak maksimal. Selain mengincar 100 kursi DPRD kabupaten dan kota, PKB Sumbar juga menargetkan sembilan kursi DPRD provinsi serta dua kursi DPR RI pada kontestasi politik mendatang.
“Target ini tidak bisa dicapai dengan cara biasa. Sesuai pesan Cak Imin, kita harus berlari, bukan berjalan,” tegas Firdaus di hadapan ratusan kader.
Pelaksanaan Muscab tahun ini dibagi dalam dua gelombang. Untuk tahap awal, tujuh daerah yang menjadi fokus pembenahan struktur meliputi Kota Padang, Padang Pariaman, Agam, Payakumbuh, Sawahlunto, Sijunjung, dan Kabupaten Limapuluh Kota. Firdaus menambahkan, forum ini bertujuan melahirkan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang lebih militan dan mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan masyarakat di akar rumput.
Senada dengan itu, Ketua Bidang Penataan Organisasi DPP PKB, A. Halim Iskandar menekankan pentingnya penguasaan tiga medan utama bagi para kader yakni basis rakyat, kekuatan struktur partai, dan pengelolaan media sosial. Menurutnya, politik PKB adalah politik kehadiran yang harus memberikan dampak langsung bagi warga.
“Struktur harus aktif, kader harus hadir di tengah rakyat, dan opini publik harus kita kelola. Di situlah pertarungan politik hari ini,” ujar pria yang juga anggota DPR RI tersebut.
Agenda besar ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh pusat partai, termasuk Wakil Menteri Perindustrian sekaligus Wakil Ketua Umum DPP PKB, Faisol Riza, serta beberapa anggota DPR RI dari jajaran pengurus pusat. Kehadiran tokoh-tokoh nasional ini menjadi sinyal kuat bahwa Sumatera Barat menjadi salah satu fokus utama basis penguatan suara PKB di tingkat nasional. (fai)
