BUKITTINGGI, KP – Dinas Pariwisata Sumbar merangkul sejumlah jurnalis dari Kamboja dan Laos dalam upaya mempromosikan potensi pariwisata daerah ke luar negeri.
Para jurnalis dari kedua negara itu mengikuti familiarization trip selama lima hari di Sumbar, 5-9 Novermber 2023. Selama lima hari itu, mereka menjelajahi kekayaan pariwisata Sumbar serta membagikan pengalaman mereka pada calon wisatawan di negara asalnya.
Para jurnalis itu diajak menyelami kekayaan budaya, sejarah, alam, dan kuliner khas Ranah Minang. Museum Adityawarman di Padang dan Istano Basa Pagaruyung di Tanah Datar menjadi destinasi awal untuk menggali keunikan budaya Minangkabau.
Tidak hanya budaya, para jurnalis juga mengeksplorasi sisi sejarah dengan mengunjungi Museum Kereta Api Sawahlunto dan Museum Goedang Ransoem. Mereka juga dibawa menyusuri lubang tambang Mbah Soero yang menjadi bagian dari pesona wisata tambang Ombilin Coal Mining Heritage (OCMH) Kota Sawahlunto.
Kemudian mereka menyaksikan pemandangan Danau Maninjau dari ketinggian 1.210 mdpl di Puncak Lawang dan mengitari keindahan Ngarai Sianok di Kabupaten Agam. Lubang Jepang dan berbagai situs bersejarah lainnya di Kota Bukittinggi juga menjadi tujuan yang menarik perhatian.
Demikian juga beragam kerajinan khas Sumbar, seperti songket dan ukiran Pandai Sikek tak luput dari kunjungan jurnalis dari negara sahabat itu.
Tak ketinggalan, para jurnalis juga merasakan pengalaman berkunjung ke desa-desa wisata di Sumatera Barat yang menawarkan keunikan karakter masing-masing. Salah satunya di Desa Wisata Kubu Gadang, di mana para jurnalis disuguhi atraksi Silek Lanyah dan randai sembari menikmati lamang tapai.
Sementara untuk menutup rangkaian famtrip, para jurnalis menyambangi klenteng dan kawasan Kota Tua Padang. Di sini mereka menyelami sisi multikulturalisme Sumbar yang dibalut budaya Tiong Hoa di antara keunikan arsitektur bergaya kolonial Belanda.
Para jurnalis yang mengikuti famtrip jelajah Sumbar ini berasal dari 7 media terkemuka dari Kamboja dan Laos. Yaitu Cambodianess, Fresh News Asia, Sabay Digital Plus, Koh Santepheap Daily dari Kamboja, serta Vientiane Times, Champa Meuanglao, dan Vientiane Mai dari Laos. Mereka tampak antusias menggali informasi keunikan budaya dan sejarah Sumatera Barat, sambil mengabadikan keindahan alamnya melalui kamera.
Salah satu wartawan asal Kamboja, Ky Chamna, mengungkapkan kekagumannya terhadap Sumbar. Meski demikian, ia mengakui bahwa jarak yang cukup jauh membuat belum cukup banyak wisatawan asal Kamboja yang mengenal dan berwisata ke Sumbar.
Namun ia optimis bahwa dengan kekayaan budaya sejarah yang atraktif, Sumbar dapat menjadi destinasi wisata yang menarik bagi turis asal Kamboja dan Laos. Ditambah lagi dengan adanya beberapa kemiripan budaya antara Minangkabau dan Kamboja yang menurutnya amat mengesankan.
Kunjungan dari media Kamboja dan Laos ini merupakan upaya kolaborasi antara Pemprov Sumbar dan KBRI di Phnom Penh dan Vientiane. Dengan kunjungan wartawan ini, Sumbar ingin semakin menghadirkan pesona kekayaan budaya, sejarah, dan alamnya kepada dunia internasional, guna membuka potensi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara khususnya di kawasan Asia Tenggara. (mas)
