TANAH DATAR, KP – Ketua Komisi Informasi (KI) Sumatera Barat periode 2024-2028 Musfi Yendra mantapkan diri untuk maju sebagai bakal calon wakil bupati pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tanah Datar 2024.
Keinginan itu dilandasi dari prinsip untuk berbuat baik dan bermanfaat bagi orang banyak dan kampung halaman tempat lahir dan besar di Tanah Datar.
“Saat ini saya sedang fokus menjalankan amanah sebagai Ketua Komisi Informasi Sumbar, yang baru berjalan masuk bulan ketiga. Namun, jika takdir Allah nanti saya pulang ke kampung untuk mengabdi tentu saya juga menyiapkan diri. Prinsip hidup saya bermanfaat untuk orang banyak dan negara, ” ujar Musfi Yendra kepada KORAN PADANG via telpon selulernya, kemarin.
Dikatakan Musfi, dalam proses ini, telah membangun komunikasi baik dengan parpol, serta dengan calon petahana untuk bisa berpasangan pada pilkada 2024 ini.
“Kita intens berkomunikasi dengan beberapa parpol, serta dengan calon petahana Eka Putra, ” ucap Musfi yang juga merupakan alumni Lemhannas RI tahun 2014 dan 2016 itu.
Selain itu, dia juga mendapat tawaran dari salahseorang tokoh masyarakat untuk berpasangan melalui jalur independen pada pilkada mendatang.
“Sebenarnya, ada salah seorang tokoh masyarakat yang ajak berpasangan di jalur independen. Ajakan tersebut belum ditanggapi,” ungkap Musfi pernah menerima penghargaan Marketeer of The Year Padang kategori Public Service tahun 2014 dari MarkPlus itu.
Disaat itu juga, Musfi menceritakan bahwa Tanah Datar memiliki berbagai potensi yang harus dikembangkan untuk mendatangkan investasi dan pertumbuhan ekonomi masyarakat pada umumnya.
“Tanah Datar memiliki potensi yang besar untuk maju berkembang, sumberdaya alam dan sumberdaya manusia kita sangat memadai,” ucap peraih Social Welfare Award Sumbar tahun 2016 dari Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS), Dinas Sosial Sumbar itu.
Mewujudkan potensi tersebut, kata Musfi dibutuhkan kepemimpinan yang kuat, kreatif dan inovatif membangun daerah ini.
“Disamping itu, juga dibutuhkan kemampuan menata internal birokrasi, memiliki akses investasi dan juga ke pemerintah pusat. Sebagai putra daerah, saya memiliki niat yang kuat untuk membangun daerah ini,” pungkas pria kelahiran Nagari Tabek, Kecamatan Pariangan 22 Mei 1982 itu. (nas)
