Home » Rumah Pensiunan Kepala Sekolah Ludes Terbakar

Rumah Pensiunan Kepala Sekolah Ludes Terbakar

Redaksi
A+A-
Reset

AGAM, KP — Musibah kebakaran hebat menghanguskan satu unit rumah permanen milik Murniati (66 tahun), seorang pensiunan kepala sekolah, di Suak, Jorong Ateh, Nagari Koto Gadang Anam Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis sore (2/4) sekitar pukul 17.30 WIB. Selain meludeskan bangunan, api juga membakar habis satu unit mobil Toyota Avanza, satu unit sepeda motor, serta simpanan uang dan emas milik korban.

Wali Nagari Koto Gadang Anam Koto, Amrizal mengungkapkan, api diduga berasal dari hubungan arus pendek (korsleting) pada mobil Toyota Avanza yang saat itu tengah berada di garasi rumah. Suami pemilik rumah, Ayani (68 tahun), yang berada di dalam mobil saat kejadian, berupaya memadamkan api dengan menyiramkan air. Namun malang, api justru menyambar bagian dada dan wajahnya hingga menyebabkan luka bakar yang cukup parah.

“Korban dilarikan ke RSUD Lubuk Basung sekitar pukul 18.00 WIB untuk mendapatkan penanganan medis intensif karena luka bakar yang diderita cukup serius,” ujar Amrizal.

Upaya pemadaman dilakukan secara manual oleh puluhan warga setempat dengan menggunakan peralatan seadanya seperti ember. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WIB setelah seluruh bagian dalam rumah dan kendaraan hangus terbakar hingga menyisakan dinding tembok saja.

Kejadian ini memicu protes keras dan kekecewaan mendalam dari warga setempat terhadap Pemerintah Kabupaten Agam, khususnya Dinas Satpol PP dan Damkar Agam. Hal ini disebabkan tidak adanya armada pemadam kebakaran yang sampai ke lokasi untuk memberikan bantuan hingga api padam.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpol PP dan Damkar Agam, Fauzi, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas ketidakmampuan pihaknya memberikan pelayanan maksimal. Ia membeberkan kondisi miris armada Damkar Agam saat ini. Dari tiga armada yang ada, satu unit rusak parah akibat banjir bandang sebelumnya, satu unit dalam proses perbaikan, dan satu unit armada besar (fuso) tidak bisa masuk karena akses jalan ke lokasi yang sempit.

“Armada bantuan yang dikerahkan dari Pos Damkar Tiku justru mengalami kendala kehabisan BBM saat dalam perjalanan, sehingga mogok dan tidak sampai ke lokasi kejadian,” ungkap Fauzi.

Ketiadaan dana perbaikan armada dan kendala operasional ini mengakibatkan kerugian materiil yang sangat besar bagi keluarga korban, mengingat Murniati juga dikenal sebagai sosok yang dipercaya warga sekitar untuk menitipkan barang berharga dan uang. (ak/*)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?