
Bupati Pasaman Welly Suhery didampingi Wakil Bupati H. Parulian dan jajaran terkait meninjau kondisi Puskesmas Simpati yang terdampak banjir luapan, Rabu (15/4).
PASAMAN, KP — Bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat sejak Senin sore (13/4) melumpuhkan sebagian wilayah Kecamatan Bonjol dan Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman. Bencana alam ini tidak hanya mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang masif, tetapi juga menelan korban jiwa.
Ganasnya luapan air dan material longsor berdampak langsung pada permukiman warga dan memutus akses vital di dua kecamatan tersebut.
Peristiwa tersebut menyebabkan satu unit mobil terseret arus banjir. Dua orang yanm berada di dalam mobil hilang setelah berusaha menyelamatkan diri dari kendaraan yang terjebak. Adapun kedua korban bernama Dewi Hayati (50 tahun) dan Meji Ardi (37 tahun).
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik mengungkapkan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut dari Wali Nagari Alahan Mati, Rivo Niswar sekitar pukul 19.03 WIB. Merespons laporan itu, tim penyelamat segera dikerahkan menuju lokasi untuk memulai operasi pencarian dan pertolongan.
Berdasarkan kronologi kejadian, peristiwa bermula sekitar pukul 17.00 WIB saat hujan deras memicu kenaikan debit air sungai secara drastis. Mobil yang dikendarai korban terperangkap di tengah genangan air yang terus meninggi sebelum akhirnya terseret arus sungai yang kuat.
“Korban sempat berupaya keluar dari kendaraan dengan membuka pintu untuk menyelamatkan diri. Namun derasnya arus sungai membuat keduanya langsung terbawa aliran air,” jelas Abdul Malik.
Menanggapi situasi tersebut, sebanyak enam personel dari Pos SAR Pasaman diberangkatkan menuju lokasi sejak pukul 19.20 WIB. Tim penyelamat dibekali dengan berbagai perlengkapan evakuasi air, termasuk rescue car, perahu karet, perahu rafting, perlengkapan medis, serta peralatan pendukung lainnya guna menyisir aliran sungai.
Satu dari dua warga yang hilang terseret arus sungai di Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Komandan Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi mengatakan, korban yang ditemukan bernama Meji. Ia ditemukan sekitar pukul 20.40 WIB, berjarak kurang lebih satu kilometer dari lokasi awal hanyut. Korban ditemukan dengan kondisi tubuh mengalami lecet-lecet, kemudian langsung dievakuasi ke puskesmas terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara, satu korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR bernama Dewi Hayati. Novi menjelaskan, kedua korban berasal dari kawasan Plasma 4 Blok G, Kabupaten Pasaman Barat, dan saat kejadian sedang dalam perjalanan menuju Bukittinggi untuk menghadiri acara wisuda.
Banjir juga mengakibatkan akses jalan utama di Nagari Koto Kaciak Barat, Kecamatan Bonjol, terputus total akibat amblas. Akibatnya, sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) terisolasi tanpa akses darat. Tak hanya itu, luapan air merendam puluhan rumah di Kampung Sipisang, Limapato, dan Kampung Tapi. Layanan publik ikut lumpuh karena banjir merendam kantor wali nagari, dua bangunan sekolah, serta fasilitas vital Puskesmas Simpati.
Bahkan, jembatan yang menghubungkan Kampung Hanguih dan Durian Sikunik dilaporkan mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera.
Menyikapi situasi darurat ini, Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Wakil Bupati H. Parulian, langsung meninjau lokasi bencana. Pemerintah daerah menetapkan keselamatan jiwa warga, terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, sebagai prioritas mutlak.
“Fokus kita adalah membuka kembali akses jalan yang amblas agar distribusi logistik tidak terhambat. Tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) sudah dikerahkan untuk melakukan kajian cepat,” ujar Bupati Welly saat berada di lokasi kejadian.
Selain pemulihan jalan, Bupati juga menginstruksikan percepatan pembersihan dan perbaikan Puskesmas Simpati agar pelayanan medis darurat bagi warga terdampak tidak terputus. Seluruh jajaran terkait diinstruksikan bersiaga 24 jam untuk memastikan tidak ada warga yang terisolasi dari bantuan logistik dan medis.
Mengingat kondisi cuaca dan intensitas hujan yang masih fluktuatif, Pemerintah Kabupaten Pasaman mengeluarkan imbauan keras agar masyarakat tetap waspada dan segera mengevakuasi diri ke titik-titik aman jika situasi kembali membahayakan. (ak/*)
