Home Ā» Video CCTV Viral Membuat Heboh

Video CCTV Viral Membuat Heboh

Redaksi
A+A-
Reset

ADA-ada saja yang menimbulkan kehebohan di lingkungan Pemkab Solok. Peristiwanya begitu terang-benderang seperti diberitakan media ini terbitan Rabu (10/5) di halaman 12 sebagai berita utama.

Di saat Bupati H. Epyardi Asda bekerja keras membangun daerah, fokus dan seriusnya mengejar ketertinggalan daerahnya dalam pembangunan, ada saja peristiwa tak terduga yang menghebohkan Pemkab Solok tersebut. Diinformasikan, peristiwa itu terjadi di lingkungan kantor Dinas Pariwisata setempat. Peristiwanya bukan politis. Tapi masalah interen di dinas itu.

Bagaimanapun juga, munculnya video tak dikehendaki tersebut jelas membuat Pak Bupati jadi geram. Kurang mesranya pergaulan antar sesama karyawan se-kantor jangan sampai merugikan lembaga. Hanya karena persoalan surat pindah yang diajukan staf tak begitu direspon atasan, akhirnya merembet kemana-mana. Buncah lingkungan Dinas Pariwisata tersebut. Tersebar infonya kemana-mana. Pemkab Solok pun jadi sorotan.

Begitulah. Peristiwa yang tak disangka membuat kehebohan. Jadi tontonan dan ‘gunjingan’. Jelas sangat disesalkan.

Diharapkan peristiwa ini menjadi pemicu semangat bergerak dalam memajukan pariwisata di Kabupaten Solok dan sekitarnya. Daerah yang punya banyak danau ini semestinya bisa jadi destinasi wisata menarik, namun geliatnya belum ‘menantang’. Danau Diatas, Danau Dibawah, Danau Singkarak, hingga Danau Talang yang begitu mempesona, nyatanya belum jadi kunjungan utama bagi pelancong. Daya tariknya belum menarik minat wisatawan untuk berlama-lama di daerah ini.

Tersebutlah dulunya pejabat Sumbar kreatif, Djohanibar Adjudin yang menjabat sebagai Kepala Lalu Lintas Angkutan Air Sungai Danau dan Penyeberangan (LLASDP) berusaha memaksimalkan peran danau di daerah ini untuk wisata dan kesejahteraan masyarakat. Secara bertahap upaya itu memang menampakkan hasil. Namun setelah lama mengabdi, Djohanibar dipromosikan jadi Kepala Penyeberangan Merak-Bakauhuni dan beragam program pengembangan danau di Sumbar kembali redup sampai sekarang.

Bagaimanapun juga, bisnis transportasi di danau termasuk pengembangan wisatanya pasti menarik dan menjanjikan. Tapi sangat tergantung pengelolanya. Djohanibar era sekarang tak muncul lagi.

Sebenarnya, seluruh danau di daerah ini bisa dikembangkan sebagai sumber kesejahteraan. Misalnya Danau Maninjau dengan peternakan ikannya. Memang sudah menghasilkan, namun seketika muncul musibah di mana ikan mati mendadak.

Begitu juga nasib danau-danau yang lain. Masih saja memprihatinkan dengan beragam problemanya masing-masing. Kalau keseriusan hanya setengah hati, pasti hasilnya takkan maksimal. Sebaliknya, apa saja yang diusahakan dengan sungguhs-sungguh dan diiringi pertolongan Allah, niscaya keberuntungan akan datang. *

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?