PADANG, KP — Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dengan tema “Sinergi Pemerintah dan FKUB Guna Memperkuat Persatuan Bangsa dan Harmoni Sosial”. Kegiatan tersebut digelar secara virtual melalui Zoom Meeting dari Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (4/2).
Rakornas FKUB menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta FKUB se-Indonesia dalam memperkuat kolaborasi menjaga persatuan bangsa dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam pemaparannya, Fadly Amran menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan pilar penting dalam pembangunan Kota Padang. Ia menyebut, Padang telah tumbuh sebagai kota multikultural sejak lama, dengan keberagaman yang terjalin secara historis dan kultural.
“Istilah Urang Padang Jalan Barampek mencerminkan kolaborasi empat etnis besar, yakni Minang, Nias, Tionghoa, dan India yang hidup berdampingan serta bergotong royong membangun kota,” ujar Fadly.
Ia menjelaskan, wajah multikultural Padang terbentuk sejak abad ke-17 sebagai kota pelabuhan. Sejak saat itu, berbagai etnis dan pemeluk agama datang, berinteraksi, serta berbaur secara harmonis dalam kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Fadly Amran juga memaparkan sejumlah praktik konkret penguatan kerukunan yang dilakukan Pemerintah Kota Padang bersama FKUB, antara lain peninjauan pelaksanaan ibadah lintas agama, pernyataan sikap bersama menyambut bulan suci Ramadan, aksi sosial lintas suku dan agama, hingga pembinaan kerohanian bagi pelajar dari beragam latar belakang keagamaan.
Selain itu, ia turut membagikan pengalaman penanganan konflik sosial di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah. Konflik tersebut berhasil diselesaikan melalui pendekatan dialogis dan musyawarah dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB, serta unsur Forkopimda. “Kecepatan respons pemerintah daerah, dukungan tokoh agama, dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam meredam konflik serta membangun kembali harmoni sosial,” tegasnya. (red)
