PASAMAN, KP — Bupati Pasaman Welly Suhery mewanti-wanti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak menjadikan ibadah puasa Ramadan sebagai alasan menurunnya produktivitas kerja. Sebaliknya, bulan suci harus menjadi momentum untuk mempercepat penyelesaian berbagai laporan strategis pemerintahan guna menjaga kredibilitas daerah.
Penegasan tersebut disampaikan Welly saat wirid pengajian dan doa bersama di Masjid Agung Al-Muttaqin, Pasaman Islamic Center, Rabu (18/2). Ia menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk segera merampungkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), LKPj, LKPD, hingga LKJIP secara akurat dan tepat waktu.
“Tidak boleh ada keterlambatan, ketidaksinkronan data, ataupun sikap saling menunggu. Akuntabilitas administrasi merupakan cerminan profesionalitas sekaligus marwah Pemerintah Kabupaten Pasaman,” tegas Welly di hadapan Wakil Bupati Parulian dan jajaran pejabat teras lainnya.
Selain aspek administratif, Bupati menekankan bahwa pembangunan Pasaman wajib berlandaskan filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Prinsip ini merupakan program unggulan pertama dari sepuluh prioritas daerah yang menjadi ruh bagi seluruh arah kebijakan pembangunan.
Kegiatan menyambut bulan suci ini ditutup dengan tausiyah penyucian jiwa oleh Ustad Masri dan tradisi bersalam-salaman sebagai simbol kebersamaan seluruh jajaran pemkab. (mas)
