PADANG, KP – Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan kualitas dapur penyedia makanan bergizi (MBG) serta Sekolah Pemberi Pangan Gizi (SPPG) di Kota Padang.
Hingga kini, tercatat sekitar 48 dapur SPPG yang akan beroperasi, dan sebagian telah aktif melayani masyarakat. Pemerintah, kata Fadly, tak hanya berfokus menambah jumlah dapur, tetapi juga memastikan pengawasan terhadap standar kebersihan, keamanan, dan gizi makanan berjalan ketat.
“Pengawasan tidak bisa hanya diserahkan kepada ahli gizi di dapur. Satker bersama Dinas Kesehatan, BPOM, dan instansi terkait harus turun langsung secara berkala untuk mengecek kualitas dan profesionalitas manajemen dapur. Dan ini sudah berjalan,” ujar Fadly dikutip dari TribunPadang, Minggu (5/10).
Ia meminta Satker melakukan pengambilan sampel acak setiap hari guna memastikan bahan dan proses pengolahan memenuhi standar. Langkah itu, menurutnya, penting agar Pemko Padang juga menjalankan fungsi evaluasi dan surveilans secara aktif.
Menindaklanjuti instruksi Presiden RI agar seluruh dapur MBG menggunakan rapid test makanan, Fadly mengaku telah mengarahkan tim pengawasan memperluas cakupan pemeriksaan. “Tidak hanya rapid test, tetapi juga pengecekan kualitas pendingin, ruang penyimpanan, serta kebersihan dapur dan peralatan,” jelasnya.
Saat ini terdapat 16 dapur MBG aktif di Kota Padang yang menjadi prioritas utama pengawasan. Meskipun kondisi secara umum dinilai baik, Fadly meminta seluruh jajaran untuk tetap waspada. “So far so good, tapi jangan merasa aman. Kita harus tetap rutin melakukan pemeriksaan agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Ia memastikan hingga kini belum ada laporan kasus keracunan makanan akibat dapur MBG maupun SPPG di Padang. Namun, ia tetap mengingatkan agar semua pihak terus menjaga kualitas pelayanan. “Beberapa daerah lain sempat terjadi kasus, mudah-mudahan hal seperti itu tidak terjadi di Padang,” tutupnya.
Dengan pengawasan ketat dan kolaborasi lintas instansi, Pemko Padang berharap program penyediaan makanan bergizi dapat berjalan maksimal, aman, dan memberi dampak positif bagi kesehatan warga. (trb)