Empat Kali Kalah Beruntun, Suara “Almeida Out” Menggema dari Penasihat SPFC

Semen Padang FC kembali menelan kekalahan dalam laga tunda pekan keempat BRI Super League 2025/2026. Bertandang ke markas Persita Tangerang, Kabau Sirah tumbang dengan skor 2-0 di Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Sabtu (4/10).

TANGERANG, KP — Tim kebanggaan urang awak, Semen Padang FC, kembali menelan kekalahan dalam laga tunda pekan keempat BRI Super League 2025/2026. Bertandang ke markas Persita Tangerang, Kabau Sirah tumbang dengan skor 2-0 di Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Sabtu (4/10). Hasil ini memperpanjang tren negatif Semen Padang yang belum beranjak dari dasar klasemen setelah empat kali kalah beruntun.

Kekalahan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Penasihat Tim Semen Padang FC, Andre Rosiade. Melalui akun media sosial pribadinya, Andre menulis singkat: “Almeida Out”, mengisyaratkan perlunya evaluasi terhadap posisi pelatih Eduardo Almeida.

Usai pertandingan, pelatih Eduardo Almeida mengakui timnya tertinggal dalam banyak aspek permainan. “Tidak banyak yang bisa dikatakan. Kami sudah berusaha untuk mendapatkan poin maksimal, tetapi lawan memang bermain lebih baik. Selamat untuk Persita,” ujarnya. “Kita akui, saat ini kita tidak punya kapasitas untuk bersaing dengan mereka,” tambah Almeida.

Senada dengan sang pelatih, pemain Rui Rampa menilai keunggulan Persita terletak pada dominasi dalam setiap duel. “Setiap duel mereka menang, itu kunci yang membuat mereka bisa unggul,” ucapnya.

Pertandingan yang dimulai pukul 19.00 WIB berlangsung sengit sejak awal. Persita tampil percaya diri di hadapan pendukungnya dengan formasi 4-2-3-1 racikan Carlos Gonzales Peña, memanfaatkan kecepatan serangan sayap dan pressing tinggi. Semen Padang mencoba mengimbangi lewat formasi serupa, mengandalkan kecepatan Irsyad Maulana dan Bruno Gomes, namun sulit menembus pertahanan lawan.

Kebuntuan pecah pada menit ke-25. Bae Sin-Yeong, gelandang asal Korea Selatan, berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Semen Padang. Tendangannya gagal diantisipasi kiper Arthur Augusto, membawa Persita unggul 1-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Persita tetap mendominasi. Pergantian pemain di menit ke-71 terbukti jitu saat Ahmad Nur Hardianto, yang baru masuk menggantikan Hokky Caraka, mencetak gol kedua hanya dua menit berselang. Umpan matang dari Rayco Rodriguez disambut Hardianto dengan sontekan tajam, memastikan kemenangan tuan rumah 2-0.

Upaya Semen Padang untuk memperkecil ketertinggalan melalui Umanailo, Samuel Simanjuntak, dan Armando Oropa tak membuahkan hasil. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 2-0 untuk keunggulan Persita.

Sejumlah suporter yang ditemui KORAN PADANG seusai laga menyuarakan kekecewaan dan mendukung langkah evaluasi manajemen. “Kalau pelatih sudah mentok secara strategi dan kebutuhan tim, sebaiknya diganti saja. Kami mendukung langkah evaluasi seperti yang disampaikan Pak Andre,” ujar Paul, salah seorang suporter Kabau Sirah di Padang.

Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Persita Tangerang untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara. Sebaliknya, Semen Padang FC harus segera berbenah agar tidak terus terpuruk di dasar klasemen. (fai)

Related posts

PSP Padang Bidik Promosi ke Liga 3, Fadly Amran Beri Suntikan Motivasi

The Kmers Ancam Boikot Seluruh Laga Sisa Semen Padang FC

Siswi MTsN 1 Payakumbuh Sabet Medali di Kejuaraan Karate 50 Fighter