PADANG, KP – Mendapatkan metode pembelajaran yang mengedepankan pembukaan pola pikir merupakan salah satu bekal berharga yang diperoleh calon Wali Kota Padang, Hendri Septa, saat menempuh pendidikan di Australia. Menurutnya, metode pembelajaran ini sangat efektif dalam melahirkan generasi dengan pemikiran kritis, yang berguna dalam menjalankan kepemimpinan.
Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri perayaan Anniversary Hotel Mercure Andromeda yang dihadiri oleh para pemuda, baru-baru ini.
Setelah lulus dari SMA Negeri 2 Padang, Hendri Septa melanjutkan pendidikan ke Universitas Central Queensland, di mana ia meraih gelar Bachelor of Business (Accounting). Kemudian, ia melanjutkan studi ke jenjang S-2 di Universitas Deakin dan berhasil memperoleh gelar Master of International Business (MIB).
Menurut Hendri, sistem pendidikan di Australia sangat berbeda dengan di Indonesia, terutama dalam hal pendekatan belajar-mengajar. Di Australia, mahasiswa dituntut lebih mandiri dan aktif. Diskusi serta pertukaran ide menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran, bukan sekadar mendengarkan dosen. Mahasiswa juga didorong untuk berpikir kritis dan melihat berbagai persoalan dari beragam sudut pandang.
Namun, Hendri juga menekankan bahwa menempuh pendidikan di luar negeri memiliki tantangan tersendiri, terutama karena ia membiayai kuliahnya sendiri tanpa bantuan beasiswa dari pemerintah. Selain itu, perbedaan budaya yang signifikan antara Australia dan Indonesia, khususnya Sumatera Barat, juga menjadi tantangan yang harus dihadapinya.
“Saya ingin berbagi pengalaman. Di sana (Australia), terasa berat untuk belajar bagi kita yang swasta. Beda misalnya jika kita mendapatkan beasiswa dari pemerintah,” ujar Hendri Septa pada Minggu (15/9).
Meskipun menghadapi situasi yang sulit, Hendri tetap tekun belajar dan berusaha keras hingga berhasil menyelesaikan pendidikannya serta membawa pulang ijazah ke kampung halaman.
“Saya bisa belajar meskipun dengan kondisi yang memprihatinkan. Saya sampaikan kepada adik-adik, belajar di negeri orang penuh cobaan, terutama perbedaan budaya yang menjadi ujian tersendiri. Saya tetap istiqamah, dan doa dari orang tua sangat penting. Doa mereka yang membuat kita sukses dan selamat,” tambahnya.
Hendri juga menekankan pentingnya menghormati orang tua bagi para pemuda di Kota Padang. Menurutnya, menghormati orang tua bukan hanya bagian dari budaya dan nilai agama, tetapi juga kunci kesuksesan dalam hidup.
“Orang tua adalah jalan utama menuju keberkahan dan kesuksesan. Setiap doa dan restu mereka akan membawa kita pada perjalanan hidup yang lebih baik,” ujar Hendri Septa.
Ia mengingatkan bahwa penghormatan kepada orang tua harus ditunjukkan tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata, seperti membantu mereka, mendengarkan nasihat, dan merawat mereka di usia senja. “Itulah bentuk penghormatan yang sesungguhnya,” tutup Hendri Septa. (fai)