PAYAKUMBUH, KP – Merianti (49 tahun), warga Kelurahan Balai Tongah Koto, Kecamatan Payakumbuh Utara, hanya bisa meringis menahan sakit ketika ibunya, Rauna (84 tahun), membersihkan badannya. Meri, yang telah menderita penyakit tumor selama dua tahun terakhir, terbaring lemah di rumah ibunya.
Meri terjangkit tumor sejak tiga tahun lalu, diawali dengan demam dan munculnya benjolan besar di punggungnya. Berbagai upaya pengobatan, baik medis maupun alternatif telah dijalani, namun kondisinya tak kunjung membaik. Kini, Meri hanya bisa pasrah dan mengandalkan perawatan dari ibunya yang juga sudah lanjut usia.
“Sejak dua tahun terakhir saya hanya bisa berbaring, tidak bisa melakukan apa pun, semua dibantu ibu,” ujar Meri, alumni SMEA (SMKN 1 Payakumbuh) asal Koto Tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu sore (15/9).
Sebelumnya, Meri telah menjalani operasi untuk mengangkat tumor, namun hasilnya belum maksimal. Kini kondisinya semakin kurus dan tak berdaya. Seluruh kebutuhan hidupnya, termasuk makan dan pampers, bergantung pada bantuan masyarakat sekitar.
“Jangankan untuk biaya berobat, untuk kebutuhan makan sehari-hari saja kami dibantu oleh masyarakat,” ujarnya.
Meri berharap dan berdoa agar diberi kesembuhan. Ia juga berharap bantuan dari dermawan untuk membantu biaya pengobatannya. Bagi yang ingin membantu meringankan beban Meri dapat disalurkan melalui rekening BSI 7222650989 atas nama Mulda Hefri. (dst)