LUBUK SIKAPING, KP — Wakil Bupati Pasaman, H. Parulian Dalimunthe, mengunjungi dua keluarga korban kebakaran di Kecamatan Panti dan Kecamatan Dua Koto, Minggu (8/6). Dalam kunjungannya, Wabup menyampaikan duka cita mendalam dan menyerahkan bantuan logistik serta uang tunai.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasaman, kami menyampaikan rasa duka yang dalam atas musibah yang menimpa keluarga Bapak Muhamad Ritonga dan Bapak Ahmad Rifka. Semoga tetap tabah dan Allah mengganti dengan yang lebih baik,” ucap Parulian dengan nada haru.
Bersama rombongan dari Dinas Sosial, BPBD, Kominfo, Baznas, dan PMI Pasaman, Wabup menyerahkan bantuan berupa paket sembako, perlengkapan dapur, perlengkapan bayi, tenda gulung, tikar, selimut, ember, dan uang tunai masing-masing Rp5 juta dari Baznas Pasaman.
Musibah kebakaran pertama terjadi di rumah permanen milik Muhamad Ritonga (68) di Kampung Suka Damai 1, Jorong Bahagia, Nagari Panti, sekitar pukul 02.05 WIB. Rumah berukuran 8×12 meter itu ludes dilalap api. Tokoh masyarakat setempat, Arianto Siregar, menyebut kejadian bisa lebih parah andai gas elpiji di toko sebelah tidak cepat diamankan.
Sekitar 30 menit berselang, kebakaran kedua melanda rumah toko milik Ahmad Rifka (38) di Jorong Harapan Rakyat, Nagari Cubadak, Kecamatan Dua Koto. Menurut saksi mata, Royval Lubis, api cepat membesar karena bangunan ruko bertingkat tersebut sebagian besar terbuat dari kayu.
“Sekitar 200 warga turun tangan memadamkan api agar tidak merembet ke rumah warga lain. Barang-barang mudah terbakar seperti pertalite, tabung gas, dan sepeda motor berhasil diselamatkan, namun barang dagangan tidak sempat diselamatkan,” tutur Royval.
Wabup Parulian juga mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah cuaca panas saat ini. Ia meminta camat dan wali nagari aktif mengingatkan warga agar berhati-hati menggunakan peralatan listrik dan dapur.
“Musibah bisa dicegah jika kita lebih waspada. Saya minta aparat nagari menyampaikan imbauan ini secara rutin,” tegasnya.
Kepala Dinas Kominfo Pasaman menyebutkan bahwa total kerugian dari dua kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp750 juta, dengan rincian Rp250 juta untuk rumah di Panti dan Rp500 juta untuk ruko di Cubadak. (nst)