Pemko Padang Panjang dan PT KAI Bahas Pemanfaatan Jalur Rel Bersejarah

PEMKO Padang Panjang bersama PT KAI Divre II Sumatera Barat dan BTP Kelas II Padang menggelar rapat koordinasi di Ruang VIP Balai Kota, Kamis (10/7).

PADANG PANJANG, KP – Pemerintah Kota Padang Panjang menggelar rapat koordinasi bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumatera Barat dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas II Padang di Ruang VIP Balai Kota, Kamis (10/7). Pertemuan ini membahas kelanjutan kerja sama pengelolaan aset warisan dunia berupa stasiun dan jalur rel kereta api di wilayah tersebut.

Rapat dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra, Sekretaris Daerah Sonny Budaya Putra, sejumlah kepala OPD terkait, Kepala BTP Kelas II Padang Hendrialdi, Manajer Aset PT KAI Divre II Sumbar Rohmad Pramu Wibowo, Kasi Prasarana BTP Eko Rahadi, serta Koordinator Satpel Padang Panjang Sutan Alviano.

Allex Saputra menyampaikan bahwa Stasiun Kereta Api Padang Panjang merupakan peninggalan bersejarah masa kolonial yang memiliki nilai strategis.

“Melalui kolaborasi dengan PT KAI dan BTP, kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata sejarah, edukasi, seni pertunjukan, dan kuliner. Dengan demikian, kawasan ini diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Padang Panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai langkah awal, Pemko telah menertibkan bangunan liar seperti kandang itik dan ayam yang berdiri di sepanjang jalur rel dari Stasiun Padang Panjang menuju kawasan Kacang Kayu.

Selain pengembangan kawasan stasiun, rakor juga membahas rencana pemanfaatan jalur rel menuju Kacang Kayu. Kepala BTP Kelas II Padang Hendrialdi menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Pemko.

“Jalur kereta api di Sumbar ada yang aktif dan nonaktif. Kami di Balai telah berkoordinasi dengan Kantor Pusat dan pada prinsipnya mendukung penuh rencana ini. Namun, pelaksanaannya harus diawali dengan dokumen perencanaan yang komprehensif,” jelas Hendrialdi.

Ia menambahkan bahwa Kantor Pusat meminta agar rencana pemanfaatan aset ini dilengkapi dengan desain perencanaan atau grand design. Setelah dokumen tersebut tersedia, rencana akan dipaparkan kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian di tingkat pusat.

“Kami di Balai hanya perpanjangan tangan dari pengelolaan aset di wilayah Sumatera Barat dan Bengkulu. Karena itu, kami sangat mendukung langkah strategis Pemko ini,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Manajer Aset PT KAI Divre II Sumbar, Rohmad Pramu Wibowo. “Terkait optimalisasi aset, baik teknis maupun nonteknis, kami menunggu grand design dari Pemko untuk dapat melangkah lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Sekdako Sonny Budaya Putra berharap kerja sama ini memberi manfaat timbal balik bagi kedua pihak serta berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Padang Panjang. (kom)

Related posts

232 Ribu Pekerja di Padang Belum Terlindungi, Wali Kota Dorong CSR Perusahaan

Pemko Padang Gandeng Kemenag Perkuat Program Smart Surau

Permudah Akses Permodalan, DPRD Sumbar Sahkan Perda Penyertaan Modal Jamkrida