Polisi Tangkap 10 Pelaku Pungli di Jalur Sumbar–Riau

Petugas kepolisian mengamankan pelaku pungli yang meresahkan pengendara di Jalan Sumbar-Riau.

LIMAPULUH KOTA, KP – Aksi pungutan liar (pungli) dengan gaya premanisme di jalur lintas Sumbar–Riau, tepatnya di Nagari Tanjung Balik dan Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, akhirnya ditindak aparat kepolisian. Sebanyak 10 orang pelaku diamankan Senin dinihari (26/5) sekitar pukul 00.10 WIB.

Penangkapan dilakukan tim gabungan Satintelkam, Satreskrim, dan Polsek Pangkalan, dipimpin Kasat Reskrim Iptu Repaldi, Kasat Intel Iptu Deby Kurnia Putra, dan Kapolsek Pangkalan Iptu Yulianus Iwan Purwanto.

Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Syaiful Wachid menyatakan, penindakan ini merupakan respons atas laporan masyarakat dan viralnya video aksi premanisme di media sosial.

“Polres akan bertindak tegas terhadap segala bentuk premanisme yang meresahkan pengguna jalan,” tegas kapolres.

Dalam video yang beredar, pengendara mendapat perlakuan kasar saat melintas di jalan rusak. Pelaku meminta uang sambil memaki dan memukul mobil. Aksi pungli juga terjadi di kawasan jalan buka-tutup di Rimbo Data, di mana jalan sengaja ditutup sebagian oleh pelaku untuk menjebak pengendara.

Barang bukti yang diamankan di antaranya uang tunai Rp163 ribu hasil pungli, kaca pirek berisi sisa sabu, alat pembakar, tangguk, ember cat bekas, dan senter.

Para pelaku berasal dari Nagari Manggilang, dengan latar belakang beragam, mulai dari sopir, petani, hingga sales. Mereka kini diamankan di Polres 50 Kota untuk proses hukum lebih lanjut.

Kasat Reskrim Iptu Repaldi menegaskan, polisi tidak akan mentolerir aksi yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, apalagi di jalur vital seperti Sumbar–Riau. (dst)

Related posts

Atasi Sedimentasi Pascabencana, Padang Dorong Keterlibatan Swasta Lewat Izin Tambang

Festival Literasi Padang 2026, Fadly Amran Dorong Perpustakaan Jadi Pusat Kreativitas

Jelang Idul Adha, Pemko Padang Siapkan Pemeriksaan 64 Kandang