PADANG, KP — Keterbukaan informasi dan fungsi kontrol sosial menjadi ruh utama dalam hubungan kepolisian dengan insan pers di Sumatera Barat. Institusi kepolisian menegaskan bahwa kritik dari media adalah hal wajar, asalkan tetap proporsional dan berbasis data demi perbaikan pelayanan publik.
Hal itu ditegaskan Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya saat menyambangi Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, Rabu (18/2). Menurutnya, sinergi yang solid antara polisi dan jurnalis merupakan kebutuhan mutlak untuk menjaga stabilitas keamanan di Ranah Minang.
“Kritik terhadap kepolisian adalah bagian dari kontrol sosial yang dijamin demokrasi. Kita berharap setiap kritik tetap disampaikan secara berimbang agar informasi yang sampai ke masyarakat bersifat mencerdaskan,” ujar Susmelawati.
Ia mengakui, tanpa dukungan media, kerja keras kepolisian tidak akan tersampaikan secara luas kepada publik. Oleh karena itu, transparansi menjadi kunci utama untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap korps Bhayangkara tersebut.
Ketua PWI Sumbar, Widya Navies menyambut hangat komitmen keterbukaan tersebut. Ia menekankan bahwa profesionalisme wartawan di daerah terus dipacu melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) agar produk jurnalistik yang dihasilkan semakin berkualitas.
“Kita berharap ke depan sinergi dengan Polda Sumbar semakin kuat, terutama dalam mendukung peningkatan kapasitas wartawan melalui UKW. Dengan jurnalis yang kompeten, kualitas pemberitaan tentu akan semakin berdampak positif bagi masyarakat,” ungkap Widya.
Pertemuan yang berlangsung akrab tersebut diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk menjaga jalur komunikasi tetap terbuka demi terwujudnya informasi yang kredibel dan edukatif di Sumatera Barat. (eja)