SOLOK, KP — Sri Melni resmi dikukuhkan sebagai Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Solok periode 2025–2029 oleh Ketua Bundo Kanduang Provinsi Sumatera Barat, Netti Herawati (Bundo Taci). Pengukuhan berlangsung khidmat di Gedung C Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Senin (22/12).
Agenda pengukuhan ini sempat tertunda dari jadwal semula sebagai bentuk simpati dan empati atas musibah bencana alam yang melanda Sumbar, termasuk Kabupaten Solok. Meski seluruh persiapan dan konsumsi telah matang pada saat itu, organisasi sepakat menunda kegiatan demi menghormati masyarakat yang tengah berduka.
Ketua Bundo Kanduang Sumbar, Bundo Taci, dalam sambutannya menekankan agar kepengurusan yang baru dapat menjadi penjaga gawang nilai adat dan budaya Minangkabau. Ia berharap Bundo Kanduang Kabupaten Solok mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan sosial di era modernisasi.
Menanggapi amanah tersebut, Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Solok terpilih, Bundo Sri Melni, menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan seluruh elemen, termasuk LKAAM dan pemerintah daerah. Ia berkomitmen membawa organisasi ini hadir di tengah masyarakat dengan landasan ‘Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
“Amanah ini akan kami jalankan sebaik-baiknya. Kami mengajak seluruh pengurus untuk saling menguatkan dan bekerja bersama dalam melestarikan budaya di tengah perkembangan zaman,” tegas Bundo Sri Melni.
Hadir dalam acara tersebut Bupati Solok, Penasehat Bundo Kanduang Kabupaten Solok Bundo Nia, Ketua GOW, Sekretaris LKAAM Erizal Dt Rajo Batuah, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Solok. Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum penguatan peran perempuan adat dalam proses pemulihan sosial budaya masyarakat Kabupaten Solok. (bus)
