PADANG, KP – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mengeklaim stok bahan bakar minyak atau BBM di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman sehingga tidak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumbar Mahyeldi guna menanggapi kekhawatiran terkait ancaman krisis minyak akibat gejolak global yang terjadi di Timur Tengah.
Mahyeldi menegaskan, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kelangkaan BBM di daerah. Padahal tingkat konsumsi masyarakat sempat mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama periode arus mudik dan libur Lebaran kemarin. Ia pun meminta masyarakat untuk tidak melakukan aksi borong atau ‘panic buying’ di SPBU seiring dengan munculnya wacana kenaikan harga minyak dunia.
“Untuk stok BBM kita di Sumbar masih aman,” ujar Mahyeldi, Selasa (31/3).
Ia juga mengingatkan warga agar tetap cermat serta bijak dalam menyikapi isu yang beredar agar tidak mudah termakan hoaks. Menurutnya sampai saat ini belum ada pernyataan resmi terkait kenaikan harga sehingga masyarakat diminta tetap tenang.
Pemerintah daerah berharap pemerintah pusat tidak menaikkan harga BBM karena kebijakan tersebut akan memberikan dampak yang sangat signifikan bagi berbagai sektor. Hal ini terutama berkaitan dengan kondisi ekonomi serta kemampuan daya beli masyarakat luas.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tetap memprioritaskan perlindungan bagi rakyat kecil melalui kebijakan subsidi. Ia menjelaskan, keputusan final mengenai harga BBM subsidi berada sepenuhnya di tangan Presiden Prabowo Subianto. Sedangkan untuk jenis BBM nonsubsidi seperti RON 95 dan RON 98 tetap akan berpedoman pada Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022. Hal tersebut berarti ketetapan harga mengikuti mekanisme pasar sepenuhnya tanpa adanya intervensi dari pemerintah. (ak/*)