PAINAN, KP – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Pesisir Selatan belum kunjung stabil. Hal itu dikeluhkan petani sawit di daerah tersebut. Pasalnya, dari info sawit update terbaru, Kamis (10/8), harga sawit Pessel lebih rendah dari daerah lain.
Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Novermal mengatakan, dari update info TBS, harga di pabrik Incasi Raya Grup memang terdapat kenaikan Rp30-Rp40/kg (harga terendah Rp1.610/kg) dan Kemilau Grup naik Rp20/kg (harga terendah Rp1.830/kg).
“Namun, harga TBS kelapa sawit Pessel masih jauh dibandingkan dengan Kabupaten Sijunjung. Selain itu, potongan timbangan di pabrik Pessel juga lebih tinggi dibanding di pabrik Sijunjung. Potongan timbangan di pabrik Pessel mencapai 8-12 persen, sedangkan di pabrik Sijunjung hanya 3,5-6 persen,” ungkapnya.
Menurut Novermal, penyebab harga TBS kelapa sawit Pessel selalu rendah adalah pabrik masih kurang dan rendemen TBS hamparan Surantih sampai Lunang Silaut tidak pernah dihitung sebagai salah satu dasar perhitungan harga.
“Cangkang belum dimasukan sebagai nilai tambah dari harga TBS dan biaya langsung dan biaya tidak langsung pabrik tidak pernah diaudit. Lalu, belum ada tim penetapan harga yang dibentuk oleh Pemkab Pessel untuk TBS kebun rakyat/swadaya seperti tim penetapan harga yang dibentuk Pemprov Sumbar untuk kebun plasma dan mitra pabrik,” paparnya.
Ia m,enambahkan, di Pessel terdapat sekitar 41 ribu hektare kebun rakyat dan 36 ribu kebun perusahaan/HGU. Sedangkan pabrik terdapat 5 unit, yaitu 2 milik Kemilau Grup dan 3 milik Incasi Raya Grup.
“Khusus hamparan Surantih, Lengayang, Ranah Pesisir, dan Linggo Sari Baganti seluas 10 ribu hektare belum ada pabrik. Ada satu perusahaan kelapa sawit sudah diterbitkan izinnya tapi sampai saat ini pabriknya belum dibangun,” pungkasnya. (don)
