Home » Persija Jakarta Jaring Talenta Muda Sumbar Lewat Audisi di Pariaman

Persija Jakarta Jaring Talenta Muda Sumbar Lewat Audisi di Pariaman

Redaksi
A+A-
Reset

PARIAMAN, KP — Persija Jakarta menggelar Talent Audition untuk menjaring pemain muda asal Sumatera Barat kelahiran 2006 hingga 2010. Seleksi ini berlangsung di Stadion Mini Persikatim, Kota Pariaman, Sabtu (31/5), sebagai bagian dari pencarian pemain untuk tim Elite Pro Academy (EPA) Persija U-20.

Audisi ini menjadi kesempatan langka bagi pesepak bola muda Sumbar untuk menunjukkan kemampuan tanpa harus pergi ke Jakarta. Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyambut baik pelaksanaan seleksi di kotanya. “Terima kasih kepada tim seleksi Persija yang telah memilih Stadion Mini Persikatim sebagai venue Talent Audition se-Sumbar,” ujarnya.

Menurutnya, pemilihan Kota Pariaman sangat tepat karena sejalan dengan visi misi sebagai kota tujuan wisata berbasis olahraga (sport tourism). “Ini kesempatan emas bagi adik-adik untuk menunjukkan bakat terbaik dan bergabung dengan Persija EPA U-20,” tambahnya.

Yota berharap, tidak hanya Persija, tetapi juga klub-klub besar lainnya dapat melakukan seleksi serupa di Sumbar, karena daerah ini memiliki banyak talenta berbakat. Ia juga meminta KONI Kota Pariaman agar memperhatikan hal ini. “Ini batu loncatan untuk meniti karier ke jenjang lebih tinggi, yaitu tim senior,” ujarnya.

Staf Kepelatihan Persija EPA, Taji Prasetyo, mengatakan bahwa audisi ini bertujuan mencari talenta berbakat dari Sumbar. Ia menyebut Kota Pariaman pernah melahirkan pemain yang bergabung dengan Persija, seperti Alan Marta. “Tahun lalu kami juga merekrut Muhammad Rizal, eks pemain Persikopa, ke Persija EPA U-20,” ujarnya.

Taji menilai Kota Pariaman memiliki banyak potensi yang bisa memperkuat tim muda Persija. Ia juga meminta peserta untuk fokus selama seleksi. “Tunjukkan kualitas terbaik, bersaing secara sehat. Kami mencari pemain dengan teknik individual bagus dan prinsip bermain yang kuat,” katanya.

Sementara itu, pelatih Persikopa, Alan Marta, mengajak para peserta untuk memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin. Ia mengingatkan bahwa dahulu pemain harus ke Jakarta untuk ikut seleksi, namun kini tim seleksi langsung datang ke daerah. “Sayang kalau momen berharga ini disia-siakan,” ujarnya.

Alan menegaskan dirinya hanya bertugas sebagai fasilitator dalam kegiatan ini dan tidak terlibat dalam proses seleksi langsung. “Saya hanya memfasilitasi pihak Persija. Kebetulan saya mantan pemain Persija, jadi komunikasi kami sudah terjalin baik,” tutupnya. (mas)

Jangan Lewatkan

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?